Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

China Geledah Kapal Filipina yang Masuki Perairan Sengketa

📅 Selasa, 18 Jun 2024, 17:08 WIB | Oleh:
China Geledah Kapal Filipina yang Masuki Perairan Sengketa Doc: ANTARA/Xinhua/Rao Bin
Ket. Foto udara yang diambil pada 12 Mei 2024 ini memperlihatkan sejumlah kapal Penjaga Pantai China (CCG) berlayar saat pelatihan di Laut China Selatan.

ISTANBUL - Petugas Penjaga Pantai China (CCG) pada Senin memblokir, menaiki, dan menggeledah kapal Filipina yang masuk ke perairan dekat Ren'ai, terumbu karang yang tenggelam di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, lapor media pemerintah.

Kapal tersebut kemudian "diusir secara paksa" dari lokasi sengketa di mana kapal tersebut "berusaha mengirim material ke kapal perangnya yang berlabuh secara ilegal," kata CCG.

Sebelumnya pada Senin, CCG mengatakan kapal Filipina "menerobos" ke perairan dekat Ren'ai pada pukul 05.59 pagi waktu China (04.59 WIB). Tindakan tersebut menyebabkan tabrakan ringan, yang mana menjadi tanggung jawab Filipina," sebut CCG.

Ini pertama kalinya sejak CCG menerapkan aturan baru mengenai keterlibatan di laut luas yang disengketakan pada Sabtu dan menjadi eskalasi terbaru antara Beijing dengan Manila.

Berdasarkan pedoman baru, China dapat menahan mereka yang diduga melakukan pelanggaran hingga 60 hari.

CCG mengatakan kapal Filipina mengabaikan peringatan keras berulang kali dari pihak China dan secara sengaja dan membahayakan mendekati kapal-kapal China yang berlayar dengan normal di perairan Ren'ai Jiao yang berdekatan.

Kapal Filipina itu sedang menjalankan misi pasokan ke kapal perang era Perang Dunia II BRP Sierra Madre, yang berlabuh di perairan dangkal yang diklaim oleh Beijing dan Manila.

Sementara Beijing menuduh Manila "melanggar" Peraturan Internasional untuk Pencegahan Tabrakan di Laut, Manila menyebut klaim China "menipu dan menyesatkan."

Manila mengecam tindakan Beijing dan menuduh Angkatan Laut China, CCG, dan Milisi Maritim China "mengganggu" kapal pasokannya melalui "tindakan ilegal dan agresif."

"Kapal-kapal China melakukan manuver berbahaya, termasuk menabrak dan menarik," kata Satuan Tugas Nasional Filipina yang menangani masalah maritim di laut yang disengketakan tersebut.

Kedua negara bertetangga maritim ini memiliki klaim yang bertentangan atas Second Thomas Shoal yang juga dikenal sebagai Ayungin Shoal, Bai Co May dan Ren'ai Jiao, yaitu terumbu karang bawah air di Kepulauan Spratly di Laut China Selatan.

Kapal-kapal dari China dan Filipina juga telah bertabrakan beberapa kali dalam beberapa waktu terakhir, termasuk ketika Manila mengirimkan pasokan ke kapal perang berkarat era Perang Dunia II BRP Sierra Madre, yang Beijing ingin Filipina singkirkan.

AS dan sekutunya mendukung Manila atas klaimnya terhadap Beijing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.