Sungguh Brutal, OPM Kembali Bunuh Warga Sipil
📅 Kamis, 13 Jun 2024, 12:49 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: istimewa
JAKARTA - Tindakan kekerasan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menciptakan keresahan di tengah masyarakat dengan melakukan penembakan terhadap warga sipil tak bersenjata yang mengakibatkan korban bernama Rusli meninggal di tempat.
Peristiwa terjadi di sekitar Sekolah YPPGI Kepas Kopo, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Selasa (11/6).
Menurut siaran persnya, almarhum Rusli pendatang berusia 40 tahun asal Makassar, menjadi korban keganasan sekitar 10 anggota OPM kelompok Undius Kogoya. Selain ditembak, kendaraan korban juga bakar dan korban masih berada di dalamnya.
Tindakan kejam ini merupakan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh OPM di wilayah tersebut. Masyarakat semakin khawatir dengan keberadaan kelompok bersenjata tersebut, yang terus mengancam keamanan dan kedamaian.
Menanggapi insiden yang terjadi, aparat keamanan gabungan segera melakukan langkah cepat dan terkoordinir untuk mengevakuasi jenazah korban.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan taktik militer yang terencana, aparat keamanan gabungan berhasil mencapai lokasi kejadian meskipun dihadang tembakan dari kelompok OPM Undius Kogoya. Dalam situasi yang cukup mencekam, aparat keamanan gabungan tetap berhasil mengevakuasi jenazah Rusli ke RSUD Madi.
"Aksi OPM menembak warga sipil tidak bersenjata dan tidak berdosa, serta membakar kendaraan yang mengakibatkan korban meninggal dunia merupakan bukti tindakan OPM melanggar hukum dan pelanggaran HAM. Namun demikian, apresiasi terhadap kesigapan aparat keamanan gabungan yang berhasil bergerak cepat mengevakuasi jenazah," ucap Letkol Arh Yogi Nugroho.
Di tempat terpisah Kapuspen TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar melalui rilis tertulisnya menyayangkan tindakan OPM yang kembali membunuh warga sipil.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya menyayangkan kejadian tersebut, OPM harus bertanggung jawab, saya sampaikan agar OPM segera hentikan kekerasan di Papua," tegas Kapuspen TNI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!