Stok Daging Sapi dan Kerbau Dijamin Aman
Rabu, 12 Jun 2024, 08:26 WIBJAKARTA -Pemerintah memastikan stok daging sapi dan kerbau (ruminansia) menghadapi Idul Adha yang jatuh pada 17 Juni mendatang aman. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan stok jenis komoditas pangan tersebut cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat selama periode Idul Kurban.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi memaparkan, untuk sapi hidup (livestock), lembaga tersebut akan menyelenggarakan rapat koordinasi bersama para stakeholders untuk mengidentifikasi jumlah sebarannya, sehingga upaya Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dapat dilakukan dengan baik.
"Khusus untuk menghadapi momentum hari raya di mana kebutuhan untuk kurban meningkat, ini akan dirapatkan pada Selasa oleh Deputi kami, tapi sebenarnya secara keseluruhan mengenai komoditas ruminansia daging sapi dan kerbau, kondisinya aman," ujar Arief dalam RDP Komisi IV DPR-RI, Senin (10/6) di Senayan, Jakarta.
Dipaparkannya, kalau pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya yang menjadi tantangan adalah perpindahan antarwilayah. "Jadi kalau Jakarta dan Bandung Raya biasanya kita suplai dari Jawa Tengah dan Jawa Timur juga, nah challenge tahun sebelumnya adalah waktu kita mengambil dari Nusa Tenggara, itu terlalu banyak. Jadi isunya malah kebanyakan dan itu akhirnya akan 'direekspor' kembali. Tetapi pada waktu itu diupayakan untuk dijual di Jakarta dan sekitarnya," tambahnya.
Terkait daging ini, Sis Apik mengatakan, menghadapi Idul Adha mendatang, pihaknya menyediakan stok sapi sebanyak 1.300 ekor, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat jelang hari raya.
"Kami laporkan, saat ini juga memiliki stok 280 ton (daging sapi) dan kemudian livestock 1.300 ekor sapi. Jadi ini siap bila masyarakat membutuhkan," kata Sis Apik.
Stok Beras
Arief melanjutkan, berdasar kan proyeksi neraca pangan yang menghitung ketersediaan dan kebutuhan pangan, secara umum stok pangan pokok strategis nasional. "Ada El Nino, La Nina atau apapun itu, Badan Pangan Nasional harus memastikan bahwa stok pangan dalam kondisi yang aman dan cukup," tegasnya.
Adapun terkait beras, salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog selalu terjaga di atas 1 juta ton. Per 7 Juni 2024, stok CBP di Bulog sebesar 1,7 juta ton. Hal ini menurut Arief, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta jajarannya memastikan terjaganya stabilitas pangan dan terdistribusi secara merata dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain memastikan stok pangan aman, Arief juga mengungkapkan Bapanas melakukan beberapa langkah strategis pengamanan pasokan dan harga pangan, yaitu dengan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh daerah. Per 7 Juni 2024, GPM telah dilaksanakan sebanyak 5.036 kali di 514 kabupaten/ kota dan 38 provinsi.
Selain itu, penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga menjadi concern utama untuk menghadirkan beras yang terjangkau bagi masyarakat. Hingga saat ini penyaluran beras SPHP oleh Bulog mencapai 755 ribu ton yang tersebar di pasar tradisional maupun ritel modern.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
HIPMI Dorong Gerakan Hemat Energi untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
-
Perry Warjiyo Ungkap 3 Tantangan Besar Ekonomi Indonesia Ini Strategi BI
-
Kawal Program Presiden, Kemendagri Pantau Ketat Inflasi Daerah dan Makan Bergizi Gratis
-
AS akan Kirim 1.000 Pasukan Divisi Lintas Udara untuk Menyerang Iran dalam Beberapa Hari
-
Omzet Naik Drastis, Pedagang Pantai di Trenggalek Sumringah Saat Lebaran
-
Membuat Steak Daging Kambing dan Sapi dari Bahan Daging Qurban
-
Kodim Cianjur Pastikan Pelaku Perampokan Bersenpi Bukan Anggota TNI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.