Rupiah Berpotensi Melemah
Senin, 10 Jun 2024, 07:49 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan mengalami volatilitas sangat besar awal pekan ini. Fokus pelaku pasar bakal tertuju terhadap sejumlah data ekonomi di Amerika Serikat (AS).
Pengamat Mata Uang Ariston Tjendra melihat investor menantikan data inflasi konsumen (CPI) AS pada Mei 2024 dan pengumuman suku bunga acuan AS pada Kamis (13/6) dini hari. Menurutnya, indikasi wait and see kebijakan pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS (the Fed) dan apabila data CPI tidak menunjukkan penurunan, maka dollar AS bisa menguat lagi.
Karenanya, Ariston memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (10/6), bergerak di kisaran 15.950 - 16.300 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Jumat (7/6), ditutup menguat 67 poin atau 0,42 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.196 rupiah per dollar AS. Penurunan terjadi setelah klaim awal pengangguran AS atau US Initial Jobless Claims lebih tinggi dari perkiraan.
"Data US Initial Jobless Claims lebih tinggi dari perkiraan untuk pekan yang berakhir pada 31 Mei 2024," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede di Jakarta.
Initial Jobless Claims naik menjadi 229 ribu dari 221 ribu pada pekan sebelumnya, menyiratkan pasar tenaga kerja AS yang lebih longgar. Investor saat ini cenderung menunggu lebih banyak indikator pasar tenaga kerja AS, yang akan dirilis hari ini, untuk menilai jalur kebijakan moneter bank sentral AS atau The Fed ke depan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Juara Mubadala Gugur di Toronto
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 700 meter
-
Kabar Baik untuk Pekerja Migran! Kemenkum NTT Perkuat Perlindungan Lewat Posbankum
-
Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
-
FIFA Bidik Dana 68,5 Triliun Rupiah dari Investor, UEFA Lontarkan Kritik Pedas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.