Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Objek Wisata Geyser Cisolok Jadi Primadona Tujuan Berlibur Akhir Pekan

📅 Senin, 10 Jun 2024, 04:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Objek Wisata Geyser Cisolok Jadi Primadona Tujuan Berlibur Akhir Pekan Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Objek wisata alam Geyser Cisolok yang berada di Kampung Cipanas, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Sukabumi - Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) GeyserCisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi primadona bagi wisata akhir pekan, sejak Sabtu (8/6) hingga Minggu (9/6) ribuan wisatawan tempat wisata air panas yang bersumber dari Gunung Salak tersebut.

"Setiap libur akhir pekan pengunjung atau wisatawan yang datang ke objek wisata yang berada di Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolokini selalu membludak. Biasanya saat libur akhir pekan mayoritas wisatawan yang datang berasal dari dalam Kabupaten Sukabumi dan beberapa daerah sekitar," kata Petugas Pengelola ODTWGeyserCisolokDinas Pariwisata Kabupaten SukabumiFeby Marwandi Sukabumi, Minggu.

Menurut Feby, selama dua hari terhitung pada Sabtu dan Minggu jumlah wisatawan yang datang diperkirakan tidak kurang dari 2 ribu orang, tidak hanya dari dalam Kabupaten Sukabumi, wisatawan yang datang dari daerah tetangga seperti Bogor, Kota Sukabumi, Cianjur pun cukup banyak.

Objek wisata yang berada di kawasan UnescoGlobal GeoparkCiletuhPalabuhanratuini merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Sukabumi, bahkan hari-hari biasa pun wisatawan yang datang cukup banyak tetapi tidak sebanyak saat libur akhir pekan.

GeyserCisolokini bisa dikatakan primadona dan fenomenal karena keberadaannya sudah dikenal sejak puluhan tahun dan memiliki nilai tersendiri, apalagi geyserseperti yang berada di Kecamatan Cisolokini hanya ada dua di dunia salah satunya di sini.

Wisatawan yang datang tidak hanya sebatas berwisatasaja, tetapi ada juga yang datang untuk kepentingan terapi seperti terapi penyakit kulit, encok dan lain sebagainya serta tidak sedikit dari mereka yang mengaku sembuh dari penyakitnya itu.

"Untuk menjaga objek wisata yang terbentuk dari fenomena alam ini, secara rutin kami melakukan pemeliharaan dan penataan demi kenyamanan para wisatawan. Serta memberikan imbauan kepada pengunjung untuk mematuhi peraturan selain mencegah kerusakan juga mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan," tambahnya.

Di sisi lain, Camat CisolokJenalAbidinimengatakan menyambutHealthy Cities Summit (HCS) 2024 yang diselenggarakan di pada Juli mendatang, pihaknya terus melakukan pembenahan dan penataan salah satunya ODTWGeyserCisolok.

Adapun penataan yang dilakukan yakni merelokasi 112 pedagang yang berada di dalam objek wisata ke tempat asalnya atau di luar kawasan GeyserCisolok. Langkah penertiban ini tidak ada penolakan dari pedagang dan secara sukarela kembali lapak mereka sebelumnya.

Salah seorang wisatawan asal Sukabumi Dian Prayoga (26 tahun) mengatakan, dirinya sudah sering datang ke Geyser Cisolok, selain terapy dia juga mengenalkan ke teman rombongannya adanya geyser di Cisolok.

"Sering kesini, biasa terapi kaki pegal pegal, kali ini saya ajak teman yang baru pertama kali, sekaligus mengenalkan tempat wisatanya, siapa tahu lain waktu dia bisa ajak keluarga ya," tuturnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.