Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNPB ingatkan ancaman 700 ribu meter kubik material vulkanik Marapi

📅 Senin, 10 Jun 2024, 16:16 WIB | Oleh:
BNPB ingatkan ancaman 700 ribu meter kubik material vulkanik Marapi Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Sejumlah warga berdiri di sekitar bantaran sungai pascabanjir lahar dingin yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Padang - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan terdapat sekitar 700 ribu meter kubik material vulkanik di sekitar Gunung Marapi yang berpotensi menjadi ancaman susulan setelah banjir lahar dingin.

"Saat ini masih ada sekitar 700 ribu meter kubik material vulkanik pascaerupsi Gunung Marapi yang perlu diwaspadai," kata Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Udrekh di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin.

Untuk mengantisipasi ancaman material vulkanik tersebut, BNPB menegaskan pemasangan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di kawasan Gunung Marapipenting untuk segera dilakukan.



"Pemasangan instrumen peringatan dini ini sangat penting untuk mengantisipasi potensi yang masih akan terjadi di wilayah terdampak," ujarnya.

Ia menjelaskan sistem peringatan dini akan mengintegrasikan informasi cuaca, informasi aktivitas gunung api, informasi getaran, dan sensor cuaca. Berbagai informasi tersebut memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan sebagai bentuk kesiapsiagaan maupun langkah mitigasi terhadap potensi dampak bencana.

BNPB bersama tim dan dukungan BPBD Sumbar akan melakukan survei sebagai langkah awal pemasangan alat peringatan dini. BNPB juga telah mendapatkan data dan informasi spasial kondisi pascabencana lahar dingin.



"Ini akan membantu tim untuk menentukan titik perangkat sebagai bagian dari sistem peringatan dini," ucapnya.

Udrekh menekankan implementasi sistem peringatan dini tidak bisa hanya sebatas perangkat atau fasilitas teknologi saja. Namun juga membutuhkan sosialisasi, termasuk edukasi, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Marapi.

Hal tersebut bertujuan agar warga memahami dan melakukan aksi dini apabila mendengar bunyi sirene peringatan dini. Di samping itu setelah mendapatkan sosialisasi masyarakat juga didorong untuk merawat EWS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.