Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paus Menghawatirkan Dunia Mulai Melupakan Kengerian Perang Dunia II

📅 Jumat, 07 Jun 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Paus Menghawatirkan Dunia Mulai Melupakan Kengerian Perang Dunia II Doc: istimewa
Ket. Paus Fransiskus menghadiri audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Rabu (5/6).

VATIKAN - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus pada hari Rabu (5/6), memperingatkan, kengerian Perang Dunia II mulai dilupakan, sehingga meningkatkan risiko konflik global baru, dalam komentarnya menandai peringatan 80 tahun pendaratan D-Day tahun 1944.

Dikutip dariThe Straits Times, invasi sekutu ke wilayah Prancis yang diduduki Nazi adalah titik balik dalam Perang Dunia II, dan Paus Fransiskus mengatakan pelajaran brutal di masa lalu telah memicu tekad di antara generasi berikutnya untuk menghindari pertempuran skala besar yang baru.

"Dengan sedih saya menyadari hal ini tidak lagi terjadi saat ini dan ingatan orang-orang masih pendek," kata Paus dalam pesan tertulisnya, seraya menambahkan dia berharap, peringatan D-Day akan membantu menghidupkan kembali keinginan untuk perdamaian.

"Rakyat menginginkan perdamaian. Mereka menginginkan kondisi stabilitas, keamanan, dan kemakmuran di mana setiap orang dapat dengan tenang memenuhi tugas dan takdirnya. Menghancurkan tatanan mulia demi ambisi ideologis, nasionalis, atau ekonomi adalah kesalahan besar bagi umat manusia dan sejarah, sebuah dosa sebelumnya," katanya.

Peringatan D-Day terjadi ketika Ukraina terus mempertahankan wilayahnya dari Russia, yang melancarkan invasi besar-besaran terhadap tetangganya pada tahun 2022.

Paus Fransiskus tidak menyebutkan konflik tersebut, atau perang delapan bulan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, namun ia mengatakan kompromi terkadang diperlukan untuk mengakhiri perang.

"Menginginkan perdamaian bukanlah sebuah kepengecutan. Sebaliknya, dibutuhkan keberanian yang paling besar, keberanian untuk mengetahui bagaimana merelakan sesuatu," ujarnya.

Paus Fransiskus memicu kemarahan di Kyiv pada bulan Maret ketika dia dikutip mengatakan bahwa Ukraina harus memiliki apa yang disebutnya keberanian "bendera putih" dan merundingkan diakhirinya perang dengan Russia.

Vatikan mengatakan pada saat itu bahwa dia memahami istilah yang diucapkan oleh pewawancaranya, dan menggunakannya untuk menunjukkan perlunya "gencatan senjata yang dicapai dengan keberanian negosiasi".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Minggu Bakal Diguyur Hujan,...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.