Menag: Arab Saudi Miliki Data Penjual Visa Non-Haji
📅 Jumat, 07 Jun 2024, 03:23 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief, mengatakan, pemerintah Arab Saudi memiliki data penjual visa non haji. Pihaknya juga memiliki data terkait hal tersebut dan telah mengajak pemerintah Arab Saudi untuk bekerja sama.
"Mereka sudah punya datanya. Ditunjukkan kepada saya. Saya minta kita kerja sama yuk. Kami juga punya data," ujar Hilman, dalam keterangan resminya, Kamis (6/6).
Dia mengakui, pelaksanaan Ibadah Haji tahun lalu longgar sehingga pengguna visa non-haji bisa leluasa. Menurutnya, tahun ini pemerintah Arab Saudi telah memperketat aturan terkait hal tersebut. "Jangan karena tahun lalu longgar terus merasa ini akan sama dengan tahun lalu. Sementara Saudi sudah mengatakan tahun ini aturannya sudah lebih tegas," jelasnya.
Sebagai informasi, pemerintah Arab Saudi memberlakukan sanksi atas pelanggaran penggunaan visa non haji ini berupa denda sebesar 10.000 Riyal atau sekitar 42,8 juta rupiah. Selain itu, pelanggar akan dideportasi ke negara asal mereka dan dilarang memasuki Arab Saudi dalam jangka waktu 10 tahun.
Hilman mengingatkan masyarakat Indonesia untuk mematuhi ketentuan Pemerintah Arab Saudi agar tidak berhaji kecuali menggunakan visa haji. Menurutnya, semua pihak harus menjaga kepercayaan pemerintah Arab Saudi kepada masyarakat Indonesia juga terjaga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk jemaah Indonesia yang tidak menggunakan visa haji dan tidak memiliki otoritas untuk melaksanakan haji atau dokumen yang mendukungnya di tahun ini, mohon bisa mengikuti peraturan yang ada," katanya.
Dia mengungkapkan, Otoritas Arab Saudi juga menerbitkan aturan bahwa pemegang visa umrah 1445 H harus meninggalkan Arab Saudi pada 6 Juni 2024. Aturan lainnya, pemegang visa ziarah dengan berbagai jenisnya tidak boleh masuk dan tinggal ke Makkah mulai 15 Zulkaidah sampai 15 Zulhijjah 1445 H.
"Ada aturan yang harus dipatuhi. Ini tolong kita jaga bersama-sama, biar kepercayaan Kerajaan Saudi kepada masyarakat Indonesia juga terjaga," tuturnya. ruf/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!