Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ibu Jadi Kunci Penurunan 'Stunting'

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ibu Jadi Kunci Penurunan 'Stunting' Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan mainan kepada seorang balita saat meninjau pelaksanaan pengukuran dan intervensi serentak penurunan stunting di Pos pelayanan terpadu Villa Taman Kartini (Posyandu Vitaka), Kelurahan Margahayu, Kota Bekasi, Senin (3/6).

BEKASI - Ibu berperan penting dalam menurunkan angka stunting. "Bahkan ibu menjadi kunci pengikisan stunting," tandas

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Dia mengatakan ini saat meninjau pelaksanaan pengukuran dan intervensi serentak penurunan stunting di Pos pelayanan terpadu Villa Taman Kartini (Posyandu Vitaka), Kelurahan Margahayu, Kota Bekasi, Senin.

"Stunting kuncinya di ibu, semua hanya membantu. Kuncinya di tiap-tiap ibu. Biar dibantu bagaimanapun, kalau ibunya tidak peduli pada anaknya, tidak akan berhasil," ujar Menko Muhadjir. Dia minta para ibu apabila timbangan anak turun, segera datang ke posyandu. "Jangan menunggu didatangi kader posyandu. Ibu harus ada kesadaran sendiri dan proaktif," katanya.

Menko Muhadjir juga berpesan kepada kelurahan dan kecamatan agar mengecek betul kondisi gizi balitanya. "Pastikan gizi yang diberikan kepada anak tersedia," ucapnya. Dia juga mengemukakan ada langkah penting yang perlu diperhatikan agar anak menjadi generasi berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Anak harus sehat. Biar pintar kalau tidak sehat percuma. Kalau sudah stunting, sukit bisa dipulihkan. Anak harus cerdas, lalu kuat, dan selalu diberikan makanan bergizi. Utamanya protein hewani, tempe bagus, tetapi lebih baik telur atau ikan.

Sementara itu, Ketua Posyandu Villa Taman Kartini Bekasi Tri Ambarwati mengemukakan bahwa hingga Juni ada 82 balita, dua calon pengantin, tiga ibu hamil, tiga balita kurang gizi, dan satu anak stunting yang perlu diintervensi.

"Khusus dalam kegiatan ini yang datang ada 53 balita," jelas Tri. Lainnya itu kita sweeping (susur) untuk diukur dan diberikan makanan tambahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.