Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pejabat PBB: Tiongkok Telah Membawa Manfaat Nyata bagi SIDS

📅 Senin, 03 Jun 2024, 00:05 WIB | Oleh:
Pejabat PBB: Tiongkok Telah Membawa Manfaat Nyata bagi SIDS Doc: FOTO: PBB/LOEY FELIPE
Ket. Li Junhua, Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Ekonomi dan Sosial, menyampaikan pidato pada dialog informal Majelis Umum mengenai pembangunan ketahanan global dan mendorong pembangunan berkelanjutan melalui konektivitas infrastruktur. Pertemuan tersebut diadakan pada Pekan Keberlanjutan Majelis Umum (15-19 April).

ST JOHN'S - Tiongkok telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Negara-negara Berkembang Kepulauan Kecil atau Small Island Developing States (SIDS) melalui Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra atau Belt and Road Initiative (BRI) dan Inisiatif Pembangunan Global atau Global Development Initiative (GDI). Demikian dikatakan Li Junhua, Under-Secretary-General Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, seperti dikutip dari Antara, Minggu (2/6).

Tiongkok telah berinvestasi dalam berbagai proyek infrastruktur yang meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan mendukung mitigasi perubahan iklim sembari terlibat dalam proyek-proyek untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di SIDS.

Sejak 2018, Tiongkok menyetujui dan mengimplementasikan sekitar 200 proyek kerja sama dengan SIDS di berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, infrastruktur, layanan medis, dan kesehatan.

Konferensi Internasional tentang Negara-negara Berkembang Kepulauan Kecil keempat ditutup di Antigua dan Barbuda pada Kamis (30/5) dengan diadopsinya Agenda Antigua dan Barbuda untuk SIDS (Antigua and Barbuda Agenda for SIDS/ABAS).

Ketahanan Ekonomi

ABAS mencakup berbagai bidang termasuk perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, perlindungan lingkungan, keanekaragaman hayati, transisi energi, dan ekonomi digital, yang bertujuan membantu SIDS dalam meningkatkan ketahanan ekonomi dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

Meskipun banyak kemajuan nyata telah dicapai di SIDS selama 10 tahun terakhir dalam dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan dari pembangunan berkelanjutan, tetapi masih ada sejumlah tantangan seperti perubahan iklim, utang yang terus membengkak, serta krisis kesehatan.

"Mengingat kerentanan unik dan keterbatasan sumber daya mereka, SIDS tidak dapat mengatasi tantangan besar yang mereka hadapi sendirian," katanya.

Li mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan pembiayaan dan investasi di SIDS, di bidang adaptasi iklim, ketahanan bencana, energi terbarukan, dan proyek-proyek infrastruktur yang berkelanjutan.

Menurut Li, untuk membangun solidaritas dan mengatasi tantangan bersama, negara-negara berkembang dapat memainkan peran kunci dalam mendukung SIDS melalui kerja sama Selatan- Selatan, berbagi pengetahuan mengenai kebijakan ketahanan iklim, menyediakan pengembangan kapasitas di bidang pertanian berkelanjutan, serta mendorong kewirausahaan, investasi, dan akses pasar.

Kerja sama yang berlandaskan pada prinsip saling menguntungkan, didorong oleh kebutuhan SIDS, dan dilengkapi dengan kemitraan multilateral dapat mendorong pembangunan berkelanjutan di SIDS, tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Pemkot Bandung Selidiki Kas...
Luar Negeri
AS Akhirnya Luluh dan Tunda...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.