STY Tidak Keberatan dengan Regulasi Delapan Pemain Asing di Liga 1
Minggu, 02 Jun 2024, 20:32 WIBJAKARTA - Pelatih tim nasional Indonesia Shin Tae-yong tidak masalah dengan regulasi delapan pemain asing yang akan diterapkan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Liga 1 musim 2024/2025.
Menurut STY regulasi tersebut memang sudah diterapkan di mayoritas liga dan kompetisi di Asia sehingga wajar jika di Indonesia juga akan diterapkan. Namun mantan pelatih timnas Korea Selatan tersebut berpesan agar pembinaan pemain di usia dini harus diperkuat agar pemain lokal tidak kalah saing dengan pemain asing.
"Untuk regulasi pemain asing jadi delapan, memang tren dari AFC, memang seperti itu dan di Asia juga seperti itu. Jadi mau tidak mau kita harus terima, yang penting pembinaan usia dini, itu yang penting dan harus diperkuat agar pemain lokal tak kalah saing dengan pemain asing dan juga pemain lainnya," kata Shin Tae-yong dalam konferensi pers usai pertandingan uji coba melawan timnas Tanzania di Stadion Madya, Jakarta, Minggu.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus memastikan pada Liga 1 Indonesia musim depan akan menggunakan regulasi delapan pemain asing.
Ferry menguraikan bahwa regulasi terkait dengan delapan pemain asing ini akan sangat berguna karena memberikan manfaat kepada pemain-pemain lokal untuk mencuri ilmu dari atmosfer persaingan kompetisi.
Selain itu, Ferry juga menjelaskan jika regulasi pemain U-23 masih akan diberlakukan pada kompetisi Liga 1 Indonesia musim depan karena sudah terbukti memberikan manfaat.
- Sepak Bola
- Tim nasional Indonesia
- Liga 1
- Shin Tae-yong
- Liga 1 Indonesia
- Tim Nasional
- Pemain Asing
- STY
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Ekonomi RI Diramal Meroket 5,5 Persen, Airlangga Hartarto Ungkap "Senjata Rahasia" Pemerintah
-
Gencatan Senjata 2 Minggu AS-Iran Sukses Tekan Harga Minyak Dunia
-
Hati-hati, Pertambahan Populasi RI Sudah Melampaui Pertumbuhan Warga Dunia
-
Great Pacific Garbage Patch Simbol Krisis Plastik Global Terbesar di Dunia
-
Pakistan Jadi Titik Temu Negosiasi AS-Iran Mulai 10 April
-
Bukan Waktunya Lagi Perempuan sebagai Penerima Manfaat, Harus Berkarya
-
Pendatang Baru di Jakarta per Akhir Maret Capai 1.000 Jiwa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.