Presiden: Pemerintah Siapkan Sentra Budidaya Perikanan Ribuan Hektare

Minggu, 24 Mei 2026, 14:25 WIB

KEBUMEN - Pemerintah tengah mempersiapkan sejumlah sentra budidaya komoditas kelautan dan perikanan di berbagai wilayah. Presiden Prabowo Subianto mengatakan hal itu ketika Panen Raya Udang di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).

Total sentra perikanan itu mencapai ribuan hektare guna meningkatkan produktivitas dan ekspor sektor perikanan nasional. Sentra tersebut ada di berbagai wilayah seperti di Nusa Tenggara, Sulawesi dan di Jawa.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

"Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein dan untuk rakyat. Juga untuk dijual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa," ujar Presiden Prabowo di Kebumen.

Pemerintah saat ini tengah membangun tambak udang dengan luas sekitar 2.000 ha di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pembangunan tambak udang terintegrasi dimulai Februari 2026.

Kawasan dengan nilai investasi Rp7,2 triliun tersebut ditargetkan memproduksi 52.800 ton udang per tahun. Selain itu, pemerintah juga akan membangun sentra budidaya udang seluas sekitar 200 ha di Gorontalo.

Pemerintah juga berencana membangun sentra budidaya perikanan di pantai utara Jawa Barat dengan luas sekitar 14.000 ha. "Di sana (Jawa Barat) ikan. Di sini (Kebumen) udang," kata Presiden Prabowo.

Presiden yakin produktivitas budidaya komoditas kelautan dan perikanan di Indonesia sangat menjanjikan. Hal ini bisa dilihat dari hasil panen raya yang ditorehkan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen.

Prabowo mengatakan, saat ini BUBK Kebumen memiliki luas 65 ha dengan volume panen udang mencapai 40 ton per hektare. Tambak udang tersebut juga berhasil menyerap 650 tenaga kerja lokal.

"Dan panennya sekarang, hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Jadi sangat menjanjikan," ujar Presiden. "Dan harganya sangat bagus, Rp70.000 per kg, berarti Rp70 juta per ton," kata Presiden.

Menurut KKP, ekspor produk perikanan/kelautan Indonesia mencapai USD6,27 miliar, tumbuh 5,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Udang menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD1,87 miliar atau 29,8 persen dari total ekspor.

Urutan berikutnya adalah tuna-cakalang (USD1,04 miliar) dan cumi-sotong-gurita (USD889,73 juta). Ekspor perikanan Indonesia umumnya ditujukan ke Amerika Serikat, Tiongkok dan Jepang. ils/I-1

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
  • Sentra Budidaya Perikanan

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Sponsor Piala Presiden 2026 Tembus Rp70 Miliar, Hadiah Juara Bakal Naik

Mengagetkan Ada Apa Tiba-tiba Sejumlah Mal dan Pusat Perbelanjaan Pasang Pagar Tinggi? Ini Respons dari Polri

Koster: Jangan Ada Lagi Pembunuhan Tak Beradab Seperti Kasus Baturiti

Cegah Jatuh Korban, Uni Eropa Serukan Pengetatan Perbatasan Usai Krisis Imigran di Ceuta

Mengerikan! Ada Serangan Bom di Kantor Polisi di Negara Ini

Post-Credit Scene Spider-Man: Brand New Day Jadi Petunjuk Besar Tom Holland Menuju Avengers: Secret Wars

Piala AFF 2026: Jelang Laga Hidup-Mati Lawan Indonesia, Vietnam Kehilangan Momentum Setelah Ditahan Singapura

Berpacu dengan Waktu, SAR Banten Kerahkan KN Tetuka Cari Penumpang KMP Kirana II

Aturan Baru F1 Tak Pengaruhi Antusiasme, GP Amerika Serikat Bidik Rekor Penonton di Austin

Naomi Osaka Bangkit dan Lolos ke Semifinal Washington Open, Bidik Gelar Pertama Setelah Lima Tahun

Fritz Selamat dari Gelombang Kejutan di Washington Open, Unggulan Teratas Berguguran

FIFA Batal Lepas Saham Piala Dunia, Gelombang Penolakan Paksa Infantino Mundur dari Rencana Kontroversial

Serangan Siber Hantam Instalasi Air Minnesota, Trump Tolak Tuding Iran - Justru Salahkan Lawan Politik

RSF Serukan Serangan Besar Menuju Ibu Kota Khartoum

Awas Tiket Kereta Hangus, Banyak Jalan Ditutup karena Surabaya Marathon - KAI Ingatkan Penumpang Berangkat Lebih Awal

Mengapa Mal-Mal di Surabaya Mendadak Dipagari? Mulai Isu Keamanan hingga Efek Domino ke Jakarta

Indonesia All Stars Harus Akui Keunggulan Aston Villa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.