Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konsumen Dapat Dorong Perusahaan Hasilkan Produk Keberlanjutan

📅 Minggu, 02 Jun 2024, 20:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konsumen Dapat Dorong Perusahaan Hasilkan Produk Keberlanjutan Doc: ANTARA/M. Baqir Idrus Alatas
Ket. Sustainability Expert Jalil dalam acara Ngobrol Santai Bareng Pakar dengan tema “Sustainability is (Here) the Future” di Jakarta, Jumat (31/5/2024).

Jakarta - Sustainability Expert Jalil menyatakan para konsumen dapat menggunakan produk-produk berkelanjutan (sustainable) dalam berbagai aspek kehidupan mereka agar pihak perusahaan mengarahkan diri kepada keberlanjutan.

"?????Segala sisi kehidupan itu harusnya ada yang mengupayakan hal yang sama (untuk menggunakan produk-produk berkelanjutan). Makan jadi keren, konsumsiapparel(pakaian) jadi keren dengan keberlanjutannya. Itu semua harus dipikirin, biar yang tengah (perusahaan) itu kemudian melihat, 'oh sayagakbisa jualan ya kalaugakkeberlanjutan'," ujarnya dalam acara Ngobrol Santai Bareng Pakar dengan tema Sustainability is (Here) the Future, di Jakarta, Jumat.

Apabila semakin banyak konsumen yang menuntut keberlanjutan, seperti menggunakan panel surya di rumah mereka atau membeli produk-produk ramah lingkungan, lanjutnya, maka pihak perusahaan yang menghasilkan barang akan secara terpaksa ataupun sukarela memproduksi tuntutan konsumen. Menurut dia, generasi milenial dan gen Z jauh lebih perhatian terhadap isu keberlanjutan.

"(Dengan begitu), cara memenangkan kantong mereka, bukan cuma memenangkan hatinya, itu adalah dengan cara masuk ke keberlanjutan dengan lebih serius," kata Jalil.

Di samping itu, pendanaan berkelanjutan juga dianggap penting untuk memastikan akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atauSustainable Development Goals(SDGs) di Indonesia pada 2030. Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.

Pemerintah sendiri disebut telah mengestimasikan kebutuhan pendanaan berkelanjutan pada 2020 di Indonesia sebanyak Rp67 ribu triliun hingga 2030. Artinya, diperlukan Rp6.900 triliun per tahun pendanaan berkelanjutan dengan memanfaatkan antara lain Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan donor dari pihak swasta.

Jika diperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) tanah air mencapai 1,4 triliun dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun ini, maka sebagian dari total PDB itu dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan berkelanjutan apabila memiliki komitmen kuat mencapai tujuan SDGs 2030.

"Sebetulnya duitnya ada apaenggak? Ada, kalau kemudian kita hijaukan (sustainabilityfinance)," ujar Jalil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.