Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Curah Hujan Tinggi, Banjir di Utara Kotawaringin Timur Meluas hingga Rendam Belasan Desa

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Curah Hujan Tinggi, Banjir di Utara Kotawaringin Timur Meluas hingga Rendam Belasan Desa Doc: ANTARA/HO-BPBD Kotawaringin Timur
Ket. Foto udara kondisi banjir di Desa Tumbang Sangai Kecamatan Telaga Antang, Senin (27/5/2024).

Sampit - Banjir yang merendam wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus meluas hingga merendam belasan desa di daerah itu.

"Di Kecamatan Telaga Antang ini ada 10 desa yang terdampak, sekarang kami bergeser Kecamatan Mentaya Hulu karena di sana banjirnya cukup tinggi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin TimurMultazam dihubungi saat di lokasi banjir di Kecamatan Telaga Antang, Senin.

Banjir di wilayah utara kabupaten itu terjadi sejak Sabtu (25/5), merendam empat desa yang tersebar di Kecamatan Telaga Antang dan Antang Kalang. Banjir akibat tingginya curah hujan sehingga membuat sungai meluap dan merendam dataran rendah di bantaran sungai.

Multazam turun ke lokasi banjir memimpin Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam penanganan bencana tersebut. Mereka melakukan pemetaan sebagai bahan untuk pengambilan keputusan dalam penanganan dan tanggap darurat banjir saat ini.

Hasil pendataan, banjir di Kecamatan Telaga Antang yang sebelumnya hanya terjadi di tiga desa, saat ini meluas merendam 10 desa. Ketinggian air bervariasi antara 30-150 centimeter.

Dia menyebutkan10 desa terdampak banjir di Kecamatan Telaga Antang, yaitu Desa Tumbang Sangai, Tukang Langit, Rantau Katang, Tumbang Mangkup, Tumbang Bajanei, Tumbang Boloi, Rantau Sawang, Luwuk Kowan, Rantau Suang dan Tumbang Puan.

Banjir juga terjadi di tiga desa di Kecamatan Mentaya Hulu, yaitu Kelurahan Kuala Kuayan, Desa Bawan dan Tanjung Jariangau. Ketinggian air di lokasi pengukur ketinggian permukaan air sungai sudah mencapai angka 100.

Banjir juga terjadi di Desa Tumbang Manya, Kecamatan Antang Kalang. Ketinggian air sudah mencapai 50 hingga lebih dari 80 centimeter sehingga cukup mengganggu aktivitas masyarakat.

"Banjir ini akibat curah hujan yang tinggi di wilayah utara. Untuk data kepala keluarga terdampak dan info lainnya menunggu dari camat masing-masing," kata Multazam.

Saat ini, koordinasi terus dilakukan oleh BPBD dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan desa yang wilayahnya dilanda banjir. Pendataan juga dilakukan untuk memudahkan jika diperlukan penyaluran bantuan tanggap darurat.

BPBD mengimbau masyarakat di daerah-daerah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini penting untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan seiring dengansemakin meningkatintensitas dan curah hujan di Kotawaringin Timur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.