BRIN: Badai Matahari Bisa Menyebabkan Satelit Mengalami Gangguan
Selasa, 28 Mei 2024, 21:11 WIBJAKARTA - Fenomena badai Matahari yang menghasilkan energi berupa kilatan api besar dan lontaran massa korona dapat menyebabkan gangguan terhadap satelit-satelit yang mengorbit Bumi.
"Saat terjadi badai Matahari, partikel berinteraksi dengan satelit menjadi lebih sering, sehingga menyebabkan satelit rusak dan langsung total tidak bisa aktif kembali," kata Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Nizam Ahmad, dalam lokakarya bertajuk mengenal lebih dekat riset gangguan satelit yang dipantau di Jakarta, Selasa (28/5).
Nizam mengatakan meski langit tampak luas dan sepi bila dilihat dari Bumi, namun pada ketinggian 100 sampai 1.000 kilometer justru dipenuhi berbagai partikel. Pada lapisan atmosfer Ionosfer itulah terjadi proses ionisasi. Proses ionisasi yang nanti menyebabkan interaksi dengan satelit cenderung destruktif.
Badai Matahari bisa membangkitkan arus induksi geomagnetik yang dapat menyebabkan gangguan operasional distribusi listrik.
Gangguan satelit bervariasi dari level ringan, moderat, hingga berat. Ketika gangguan ringan biasanya interaksi yang dirasakan berupa penurunan tegangan listrik.
Gangguan satelit tingkat moderat perlu teknik tertentu untuk memulihkan satelit tersebut. Namun, bila gangguan parah bisa menyebabkan satelit mengalami kegagalan total.
"Oleh karena itu sebelum satelit diluncurkan ke luar angkasa, satelit harus dipastikan andal," kata Nizam.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa usia satelit orbit rendah rentang 500 sampai 600 kilometer di atas permukaan Bumi bisa mencapai 30 hingga 50 tahun. Apabila satelit tidak mengalami gangguan, maka satelit bisa terus mengitari Bumi.
Sedangkan, usia operasional satelit cenderung lebih singkat. Apalagi jika terkena gangguan, seperti badai Matahari, maka usia operasional yang semula 10 tahun bisa hanya 2 tahun.
"Bahkan saat baru mengorbit bisa langsung rusak akibat gangguan partikel antariksa maupun badai Matahari," pungkas Nizam. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Bekasi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Arus Mudik Lebaran
-
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Abrasi, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!
-
PGN–BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
-
Seluruh Kepala Daerah Diinstruksikan Siaga di Wilayah Selama Idul Fitri 2026
-
Kereta Ekonomi Kerakyatan Jadi Primadona Mudik 2026, Okupansi Tembus 58 Persen
-
Fabio Lefundes Meledak, Pelatih Borneo FC Semprot Panpel Persija dan Keluhkan Kualitas Rumput JIS
-
Tiongkok Perluas Lahan Pertanian Standar Tinggi Demi Bentengi Ketahanan Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.