Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kaltim Kembangkan Desa Korporasi Ternak Songsong IKN

📅 Senin, 27 Mei 2024, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kaltim Kembangkan  Desa Korporasi Ternak Songsong IKN Doc: antara/Ahmad Rifandi
Ket. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Fahmi Himawan.

KALIMANTAN TIMUR - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempertajam pengembangan desa korporasi ternak (PDKT) sebagai langkah menuju kemandirian peternak demi menyongsong kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Program ini merupakan evolusi dari Desa Korporasi Sapi (DKS) yang dimulai pada tahun 2019 di Babulu, Penajam Paser Utara, dengan dukungan hingga 1.000 ekor sapi," kata Kepala Disnak Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, PDKT tidak hanya terbatas pada sapi, tetapi juga meliputi kambing, domba, serta ternak lain seperti magot, burung walet, dan lebah kelulut. Dengan target pembangunan 32 PDKT di seluruh Kalimantan Timur, pada 2024 ini digodok sembilan PDKT yang tersebar di berbagai kabupaten, termasuk kontribusi untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) di Samboja.

Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi peternak dengan pendekatan berbasis kawasan. Setiap PDKT akan mendapatkan dukungan terpadu, mulai dari penyediaan rumput, pembangunan kandang, hingga pemberian 100 ekor ternak.

"Dengan fokus pada aspek ekologis, limbah ternak akan diolah menjadi pupuk dan biogas, mendukung energi baru terbarukan (EBT)," ujar Fahmi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan dalam program ini. Pihaknya memastikan bahwa setiap PDKT dapat beroperasi secara mandiri dalam tiga tahun ke depan.

"Untuk mencapai tujuan ini, kami membimbing manajemen peternakan yang terpadu, sehingga ada pengelolaan yang sistematis, agar mereka bisa menyediakan data berbasis spasial dan memudahkan pelaporan dan pengawasan," ucapnya.

PDKT juga akan diintegrasikan dengan pendekatan kelembagaan dan keuangan yang sehat. Fasilitator akan diberikan pelatihan dan honorarium untuk membantu peternak dalam penggunaan aplikasi dan manajemen ternak.

"Pada tahun 2025, kerja sama dengan pihak ketiga seperti Universitas Mulawarman (Unmul) akan diperkuat untuk mendukung pengembangan lebih lanjut," imbuh Fahmi.

Dalam penerapan PDKT, inovasi dan kualitas menjadi prioritas, dengan penekanan pada penggunaan produk dalam negeri dan peningkatan kualitas ternak lokal.

"Kami berharap dapat meningkatkan produksi daging lokal dan memperkuat ekonomi peternak," kata Fahmi.

Ia berharap dengan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan, PDKT menjadi model agribisnis yang dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dan memenuhi kebutuhan daging di Kaltim.

"Program PDKT ini menjanjikan masa depan yang cerah bagi peternakan di Kalimantan Timur, dengan harapan dapat target produksi hingga 50 ton," tuturnya.

Pihaknya juga fokus pada keterlibatan peternak milenial dan membina melalui pembentukan koperasi bekerja sama dengan instansi lintas sektor. Dari program PDKT, Disnak Kaltim dapat menumbuhkan iklim usaha yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.