Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketersediaan dan Keandalan Air Akan Terganggu Jika Alam Rusak

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 01:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ketersediaan dan Keandalan Air Akan Terganggu Jika Alam Rusak Doc: istimewa

Rencana tara ruang dan tata wilayah harus terintegrasi huluhilir tidak bisa dipenggal-penggal berdasarkan administratif pemerintahan.

JAKARTA - World Water Forum ke-10 telah merumuskan prioritas di empat kawasan yang mencakup kawasan Asia-Pasifik, Mediterania, Amerika, dan Afrika. Masing-masing koordinator kawasan itu bertemu untuk berdiskusi menyusun dan mengidentifikasi prioritas langkah terkait dengan krisis air pada tingkat lokal dan regional.

Presiden World Water Council (WWC), Loic Fauchon, di Badung, Bali mengatakan semangat kolaborasi tidak hanya menjadi fondasi yang kuat untuk masa depan (pengelolaan air) yang berkesinambungan, tetapi juga memainkan peran yang krusial dalam kesuksesan (pengelolaan air) dari masing-masing region.

Sebagai pembicara dalam sesi itu, Presiden Mediterranean Water Institute (IME) Alain Meyssonnier, CEO of Sabesp Benedito Braga, Executive Secretary of African Ministers' Council on Water (AMCOW) Rashid Mbaziira, Chair of Governing Council Asia-Pacific Water Forum (APWF) Changhua Wu, dan Eelco Van Beek dari Asian Development Bank (ADB).

Seluruh sesi proses regional, kata Loic, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berkolaborasi dan mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah air di masing-masing kawasan, maupun antarkawasan yang memiliki keterkaitan satu sama lain.

Dalam World Water Forum ke-10 telah menghasilkan empat poin Deklarasi Menteri yang disahkan. Deklarasi tersebut dihadiri 106 negara dan 27 organisasi internasional.

Guru Besar Teknik Irigasi Univeristas Gadjah Mada (UGM), Sigit Supadmo Arif, mengatakan meskipun air termasuk dalam sumber daya alam terbarukan, tapi jika alam rusak maka ketersediaan dan keandalannya akan terganggu.

Dia pun mempertanyakan, kenapa pemerintah selama ini membiarkan industri ekstraktif tambang yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan. Pemerintah juga malah mendorong tumbuhnya perkebunan sawit yang rakus air dan hara hingga sawit begitu berlebihan menguasai Sumatera dan Kalimantan.

"Kebakaran hutan juga belum ada solusi permanen. Jadi, kita pertanyakan komitmen pemerintah dalam menjaga sumber daya air," tandas Sigit.

Dalam kesempatan lain, peneliti Lingkungan Hidup SLC, Hafidz Arfandi, mengatakan kunci utama menjaga ketahanan air adalah komitmen menjaga rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) yang konsisten mempertahankan daya dukung air.

Keberlanjutan ekosistem air, katanya, berkaitan erat dengan ekosistem sekitar seperti daerah tangkapan air hingga ekosistem di sepanjang hulu-hilir.

Rencana tara ruang dan tata wilayah harus terintegrasi hulu-hilir tidak bisa dipenggal-penggal berdasarkan administratif pemerintahan, konteks di Indonesia kewenangan tata ruang yang menyangkut ekosistem harus terintegrasi mengikuti daerah alirah sungai lintas kabupaten/ kota bahkan provinsi, tetapi ada juga yang perlu kordinasi lintas negara seperti DAS Sembakung di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Krisis Air

Pakar kebijakan publik sekaligus Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan air adalah kebutuhan mutlak bagi setiap orang sehingga sudah semestinya semua pihak bersinergi untuk mengatasi berbagai masalah yang berpotensi menjadi penyebab krisis air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.