Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Australia Lirik Potensi Kendaraan Listrik di Indonesia

📅 Kamis, 23 Mei 2024, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Australia Lirik Potensi Kendaraan Listrik di Indonesia Doc: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ket. Dok - Pengunjung mengamati mobil listrik BYD Denza D9 dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/2/2024).

SYDNEY - Menteri Industri dan Perdagangan New South Wales, Australia Anoulack Chanthivong menilai, banyak kesempatan dan potensi kerja sama dengan Indonesia terkait pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

"Banyak kesempatan (kerja sama terkait ekosistem kendaraan listrik). Pada pertemuan ASEAN-Australia Summit awal tahun ini, Perdana Menteri Australia mengumumkan dana 2 miliar dolar diinvestasikan pada bidang energi bersih di negara Asean," kata Anoulack di Sydney, Australia, Selasa (21/5).

Menurut dia, ada banyak teknologi baru di negara bagian New South Wales (NSW) dan Australia, yang dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk kendaraan.

Dia mencontohkan Australia memiliki cadangan lithium yang besar dan juga nikel serta tembaga, digunakan untuk teknologi baterai kendaraan listrik.

Menteri Anoulack juga menjelaskan bahwa Australia juga akan meningkatkan nilai dari sumber daya mineral tersebut yaitu dengan tidak hanyak mengekspor bahan mentah tapi juga mengolahnya dan mengembangkannya menjadi teknologi energi surya.

"Sementara itu untuk energi angin juga mulai mengalami peningkatan dan ada beberapa proyek besar di Timur New South Wales. Energi angin sudah digunakan sejak lama dan turbin angin bisa memberikan energi ke banyak rumah tangga," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa pemerintah NSW berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia sebagai bagian dari perjalanan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk kendaraan.

Sebelumnya, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mencapai nol emisi karbon dengan membuat peta jalan khususnya di sektor energi dalam melaksanakan transisi energi bersih.

Indonesia berkomitmen menyumbang pengurangan emisi sebesar 358 juta ton karbon (Co2) yang sebelumnya hanya ditargetkan sebesar 314 juta ton.

Sementara itu, Australia menargetkan nol emisi rumah kaca pada 2050. Australia juga menargetkan mengurangi emisi karbon di bawah 43 persen pada 2030.

Pemerintah Australia fokus membuat lingkungan yang baik khususnya di sektor publik. Teknologi solar akan menjadi sektor utama dan saat ini banyak rumah di Australia telah menggunakan solar panel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.