Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian Kebudayaan Tak Perlu Diperdebatkan

📅 Rabu, 22 Mei 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Kementerian Kebudayaan Tak Perlu Diperdebatkan Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI), Febri Yulika (tengah), di sela pembukaan Pameran Seni Visual "Rupa Harmoni Berdikari Negeri", di Jakarta, Selasa (21/5).

JAKARTA - Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI), Febri Yulika, mengatakan adanya isu bidang kebudayaan dikelola satu lembaga baik itu kementerian atau kebudayaan tidak perlu jadi perdebatan. Pernyataan tersebut menanggapi adanya isu kementerian kebudayaan dalam struktur pemerintahan periode selanjutnya.

"Terkait kementerian kebudayaan, kami beserta rektor institut seni lain menilai tidak perlu jadi perdebatan," ujar Febri, kepada Koran Jakarta, di sela pembukaan Pameran Seni Visual "Rupa Harmoni Berdikari Negeri", di Jakarta, Selasa (21/5).

Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Febri Yulika, menilai saat ini sudah ada Undang-undang (UU) Pemajuan Kebudayaan yang lebih strategis untuk pengelolaan kebudayaan. Di sisi lain, perguruan tinggi seni juga akan tetap eksis dan mendukung pemajuan kebudayaan dengan atau tanpa kementerian khusus di bidang kebudayaan.

"Dalam pemajuan kebudayaan kan sudah ada UU. Kami dari perguruan tinggi seni menganggap adanya UU tersebut merupakan langkah strategis dalam pemajuan kebudayaan," jelasnya.

Pameran Seni

Pada kesempatan tersebut, BKS-PTSI bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Pameran Seni Visual bertajuk "Rupa Harmoni Berdikari Negeri". Pameran tersebut dalam rangka memperingati Memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-116.

Febri mengatakan, mengungkapkan bahwa pameran seni tersebut dilaksanakan sebagai agenda rutin yang dilakukan dua kali dalam setahun sesuai dengan momentum yang tepat. Tema yang dipilih pada tahun ini menyoroti Indonesia sebagai zamrud-zamrud khatulistiwa, di mana harmoni dan keragaman menjadi inti kekuatan dan kejayaan bangsa.

"Melalui karya-karya yang ditampilkan bersama akan menjadi acuan perguruan tinggi berbasis seni dalam melihat capaian keberhasilan baik untuk mahasiswa maupun dosen. Dengan kegiatan ini, keberadaan berbagai institusi perguruan tinggi seni dapat memberikan bentuk pencerahan bagi kejayaan Indonesia melalui pendekatan seni dan budaya," katanya.

Plt. Sekretaris Ditjen Diktiristek Tjitjik Srie Tjahjandarie mengungkapkan pameran ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan seni budaya di lingkungan perguruan tinggi. Dia pun mendorong sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam memajukan seni budaya Indonesia.

"Diharapkan kehadiran pameran ini dapat memberikan pengalaman berharga, menjadi ajang untuk saling berbagi ilmu dan inspirasi serta sebagai momentum untuk semakin memperkokoh semangat kebangkitan bangsa melalui seni dan budaya," katanya.ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.