World Water Fund Harus Terjangkau oleh Negaranegara Kepulauan
📅 Selasa, 21 Mei 2024, 02:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Model pendanaan campuran atau blended finance seperti Dana Air Dunia (Global Water Fund) harus terjangkau sehingga bisa mengatasi permasalahan air di negara-negara kecil terutama di Kepulauan Pasifik.
Dengan terjangkaunya dana tersebut, maka bisa dimanfaatkan untuk proyek pembiayaan infrastruktur air dan sanitasi.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Herry Trisaputra Zuna, merujuk pada negara Fiji yang tengah berupaya meningkatkan penguatan ketahanan air dengan menyuarakan perlunya Global Water Fund di ajang World Water Forum ke-10 tahun 2024 di Bali.
"Kita harus menerjemahkan (Global Water Fund) bagaimana proyek yang di-deliver tadi bisa affordable.
Tadi seperti negara Fiji, misalnya, ini tentu bisa kita kombinasikan antara resources yang biayanya lebih murah dengan private sector yang lebih komersial sehingga overall nanti lebih terjangkau," kata Herry kepada Antara, Senin (20/5).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, Global Water Fund juga dapat menjadi salah satu sarana pembiayaan infrastruktur air dan sanitasi untuk negara-negara berkembang lainnya.
Herry menyampaikan bahwa pembiayaan di sektor air dan sanitasi saat ini masih sangat bergantung pada pemerintah maupun swasta yang jumlahnya masih sangat sedikit dibandingkan dengan kebutuhan pembiayaan di sektor tersebut.
Sebab itu, Indonesia menginisiasi adanya Global Water Fund untuk dibahas bersama dalam World Water Forum 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Base inisiasi ini diharapkan bisa mendorong pihakpihak terkait secara global memahami perlunya pembentukan Global Water Fund," katanya.
Akses Air Bersih
Sebelumnya, pemerintah Fiji, seperti halnya Indonesia, turut mendorong pembentukan Global Water Fund untuk membantu pengembangan akses air bersih untuk kebutuhan manusia di negara-negara berkembang dan kawasan Pasifik.
"Kita perlu menemukan sesuatu (pendanaan) seperti apa yang kita punya untuk perubahan iklim.
Kita punya dana global untuk perubahan iklim dan mengapa tidak ada yang memberikan dana air sehingga mereka bisa membantu mengatasi masalah air untuk negara-negara berkembang di kawasan (Pasifik)," kata Presiden Fiji, Wiliame Katonivere.
Fiji, kata Katonivere, belum dapat mengembangkan akses air bersih atau water development sendiri karena keterbatasan kapasitas negara Kepulauan Pasifik itu sehingga diperlukan suatu sistem pendanaan global.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!