Kesejahteraan Warga Jadi Prioritas Pembangunan IKN
Sabtu, 18 Mei 2024, 00:01 WIBJAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengungkapkan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan Nusantara di Kalimantan Timur.
"Kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan perkotaan dan pengambilan keputusan," ujar Kepala OIKN, Bambang Susantono di Jakarta, Kamis (16/5).
Seperti dikutip dari Antara, Bambang menjelaskan untuk membangun kota yang layak huni di IKN dimulai dengan menempatkan manusia sebagai pusatnya. Kota layak huni bertujuan memberikan kualitas hidup yang tinggi, didukung oleh tata kelola yang kuat, akses yang adil terhadap layanan, dan infrastruktur berkualitas tinggi.
Karakteristik utama kota layak huni mencakup perencanaan kota yang holistik, pembangunan berkelanjutan, dan masuknya sektor informal. "Inilah yang sedang dibangun di Nusantara," ujar Bambang.
Pembangunan Nusantara bertujuan menetapkan standar baru kualitas lingkungan, dan menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali dan disayangi oleh penduduknya dan pengunjung.
Untuk mencapai hal ini, Nusantara akan mewujudkan dua ciri khas yaitu kota hutan lestari (sustainable forest city) dan kota yang layak huni dan dicintai (a livable and loveable city). Salah satu komponen penting dari kota layak huni dan dicintai adalah hubungan masyarakat dengan budayanya.
"Di Nusantara, kami menghargai pentingnya budaya. Misalnya, kita terus menghormati dan melestarikan tradisi yang telah dijunjung secara turun temurun di daerah ini," kata Bambang.
Ruang Terbuka Publik
Nusantara menyediakan ruang khusus di mana seni dan budaya dapat berkembang dan diakses oleh semua orang. Salah satu ruang tersebut adalah Taman Pancasila, sebuah ruang terbuka publik untuk membina hubungan antarwarga, termasuk melalui kekayaan keanekaragaman kuliner Indonesia.
Sementara itu, dalam hal kebudayaan, dibangun Pusat Kebudayaan Nusantara untuk menghadirkan tradisi lokal sekaligus mendorong berkembangnya ekspresi seni dan budaya.
"Menciptakan harmoni antara manusia, alam, dan budaya di perkotaan memerlukan upaya deliberatif dan kolaboratif. Upaya ini sangat penting untuk mengembangkan kota-kota yang layak huni juga menyenangkan dan berkelanjutan," ujar Bambang.
Sebelumnya, Bambang mengatakan pelaksanaan ritual adat Dayak dan Paser merupakan manifestasi dari kolaborasi antara OIKN dan masyarakat serta lembaga adat untuk melestarikan adat istiadat lokal. Ritual adat ini sebagai bentuk restu leluhur untuk pembangunan IKN di Kalimantan agar lancar dan aman.
"Pelaksanaan ritual adat Dayak dan Paser ini merupakan upaya partisipasi dari masyarakat dan lembaga adat untuk bersama-sama membangun IKN, termasuk di dalamnya sebagai bentuk memelihara adat istiadat," kata Bambang.
Bambang berharap dengan adanya kegiatan ini dapat tercipta hubungan harmonis antara OIKN, masyarakat dan lembaga adat, sehingga semua unsur selalu bergandengan tangan dalam membangun IKN.
Dia mengatakan OIKN memfasilitasi 12 lembaga dan masyarakat adat dalam penyelenggaraan Ritual Adat Dayak dan Paser, sebagai bentuk restu leluhur untuk pembangunan IKN di Kalimantan agar lancar dan aman. Pelaksanaan ritual adat dua suku Kalimantan ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu dan akan ditutup pada Minggu (12/5).
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
SCU dan Pemprov Jateng Perkuat Kolaborasi untuk Entaskan Kemiskinan
-
Pemkot Cirebon Sediakan Ruang Khusus bagi Penjual Kopi dan Takjil di Jalan Protokol saat Ramadan Nanti
-
Mensos: Pencairan BLTS Tak Ada Pungutan Biaya Apapun
-
Inilah Kalender Resmi Formula 1 Musim 2026
-
Bali Tidak akan Keluarkan Izin Hotel dan Restoran Baru Pasca Banjir Besar
-
Menopause pada Pria, Pahami Tantangan dan Perubahan Hormonalnya
-
Asus Rilis Laptop Bisnis Berperforma AI dan Daya Tahan Standar Militer
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.