Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

33 Nelayan Aceh Sudah Dibebaskan Otoritas Thailand

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
33 Nelayan Aceh Sudah Dibebaskan Otoritas Thailand Doc: ANTARA/Rahmat Fajri
Ket. Ilustrasi - kapal nelayan.

Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berupaya memulangkan sebanyak 33 nelayan Aceh yang dibebaskan otoritas Thailand setelah selesai menjalani hukuman di negara tersebut.

"Saat ini kita sedang berupaya melakukan pengurusan administrasi dengan pihak Kemenlu RI dan finalisasi pembiayaan," kata Kepala DKP Aceh, Aliman, di Banda Aceh, Kamis.

Aliman menyampaikan, berdasarkan hasil rapat koordinasi yang telah dilakukan dua hari lalu bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kemenlu RI, diketahui bahwa 35 nelayan Aceh sudah dibebaskan otoritas Thailand pada 26 April 2024.

Kemudian, dari 35 nelayan tersebut, dua orang diantaranya sudah dipulangkan ke Aceh beberapa waktu lalu karena persoalan kesehatan, sehingga diterbangkan ke Indonesia oleh Kemenlu RI lebih cepat.

"Sementara untuk 33 nelayan lainnya yang juga sudah dibebaskan masih berada di Thailand dan segera dipulangkan oleh Pemerintah Aceh," ujarnya.

Rencananya, kata Aliman, pemulangan 33 nelayan asal Aceh Timur ini akan dibiayai oleh Pemerintah Aceh, mereka nantinya diterbangkan dari Thailand dan langsung menuju Bandara Kualanamu Medan, sehingga lebih menghemat biaya.

Saat ini, lanjut dia, para nelayan Aceh itu sudah berada di Bangkok bersama KBRI, dan mereka juga masih dalam pengawasan pihak imigrasi Thailand.

"Jika tidak ada halangan, maka ditargetkan mereka dapat dipulangkan ke Aceh pekan depan. Kalau ada partisipasi keluarga nelayan untuk pemulangan ini juga dibolehkan," katanya.

Aliman menjelaskan, para nelayan Aceh itu dibebaskan karena sudah menjalani hukuman penjara sesuai dengan denda yang diberikan sebelumnya.

Karena mereka tidak mampu membayar denda, maka otoritas terkait di Thailand menggantikan dengan hukuman penjara.

"Hitungannya, satu hari kurungan untuk pemotongan 500 bhat. Sementara mereka didenda rata-rata 100 ribu bhat per orang, jadi digantikan hampir tujuh bulan penjara (200 hari)," ujar Aliman.

Sebelumnya, sebanyak 40 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur tertangkap otoritas Thailand karena memasuki wilayah teritorial laut negara setempat, Minggu (8/10/2023).

Dimana, sebanyak 12 orang menggunakan kapal KM Rahmad Jaya 29 growstone (GT). Kemudian dari KM Ikhlas Baru 24 GT sebanyak 16 orang, dan KM Kambia Star 2 crew 25 GT.

"Mereka adalah nelayan yang ditangkap dari tiga kapal pada Oktober 2023, yaitu kapal KM Kambia Star, KM Rahmat Jaya, dan KM Ikhlas Baru," demikian Aliman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.