Pemkab Berdayakan UMKM Guna Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Lebak
📅 Senin, 13 Mei 2024, 07:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Mansur
Rangkasbitung - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten komitmen berdayakan para pelaku Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
"Jika ekonomi masyarakat itu meningkat dipastikan bisa menekan prevalensi stunting, menghapus kemiskinan ekstrem dan dapat mengendalikan inflasi," kata KepalaBidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Juli Zakiah di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu.
Untuk meningkatkan pendapatan ekonomi pelaku UMKM, pemerintah daerah mengeluarkanberbagai kebijakan di antaranya melakukan intervensi bantuan legalitas hukum, seperti pelaku UMKM harus memiliki Kekayaan Intelektual (HAKI) dan merek.
Sebab, lanjut dia, merek sangat penting agar produk yang dijual oleh pelaku UMKM memiliki nilai jual tinggi.
Selain itu juga memberikan bantuan terhadap pelaku UMKM diantaranya perizinan usaha , pengemasan, sertifikasi halal, barcode agar memiliki kualitas dan mutu sehingga bisa ditampung di pasar modern dan supermarket.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelaku UMKM juga mendapatkan pembinaan kewirausahaan agar mereka lebih termotivasi untuk pengembangan ekonomi kreatif dengan didukung bahan baku lokal yang melimpah.
Pemerintah daerah juga setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk pelatihan digitalisasi kepada para pelaku UMKM.
Pelatihan digitalisasi itu agar dapat memahami broadcasting, bisnis e-commerce, digital content, E-learning dan bisnis afiliasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagaimana pelaku UMKM cara memposting produk hingga ke aplikasi media sosial, seperti Marketplace, Shopee, Lazada, Akulaku, Tokopedia, Bukalapak, Facebook, Instagram Twitter dan YouTube.
Di era digitalisasi seperti sekarang ini diharapkan para pelaku UMKM bisa lebih berinovasi dengan memanfaatkan jejaring pasar secara online untuk akses pemasaran.
Pelaku UMKM di Kabupaten Lebak harus melek digital sehingga dapat memperluas pemasaran dan tidak lagi mengandalkan pasar konvensional.
Untuk tahun ini, kata dia, pelaku UMKM yang mendapat program pelatihan digitalisasi, termasuk pelaku usaha pemula dengan totalnya sebanyak 260 orang dari bantuan Pemerintah Kabupaten Lebak, Kementerian Koperasi dan Kementerian Komunikasi (Kominfo).
Program pelatihan digitalisasi itu berharap produk UMKM lokal bisa naik kelas dan bisa bersaing di pasar domestik dan global.
"Kita jangan sampai pelaku UMKM itu tidak mengenal teknologi digitalisasi, karena sangat membantu untuk pemasaran dan bisa meningkatkan omzet penjualan," kata Juli.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!