Putin Perintahkan Latihan Nuklir
📅 Selasa, 07 Mei 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ VALERY SHARIFULIN
MOSKWA - Presiden Russia, Vladimir Putin, telah memerintahkan latihan senjata nuklir di dekat Ukraina, kata Moskwa pada Senin (6/5). Perintah itu diumumkan sebagai tanggapan atas ancaman dari para pejabat Barat untuk mengerahkan pasukan NATO ke Ukraina.
Pengumuman itu disampaikan ketika pasukan Russia mengatakan mereka berhasil merebut dua desa di wilayah Donetsk dan Kharkiv yang dilanda perang di Ukraina timur, di mana pasukan Ukraina yang kalah jumlah persenjataan dan pasukannya, kesulitan mempertahankan garis pertahanan.
Presiden Putin telah meningkatkan retorika nuklirnya sejak memerintahkan pasukannya memasuki Ukraina pada 2022, dengan memperingatkan pada Februari lalu bahwa ada risiko perang nuklir yang nyata.
Kementerian Pertahanan Russia tidak memberikan tanggal pelaksanaan latihan tersebut, namun mengatakan bahwa latihan tersebut akan melibatkan angkatan udara, angkatan laut dan tentara yang ditempatkan di dekat Ukraina.
"Latihan tersebut bertujuan untuk memastikan integritas teritorial Russia dalam menghadapi ancaman Barat," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Russia. "Selama latihan tersebut, serangkaian tindakan akan diambil untuk melatih persiapan dan penggunaan senjata nuklir non-strategis," imbuh kementerian itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senjata nuklir non-strategis, juga dikenal sebagai senjata nuklir taktis, dirancang untuk digunakan di medan perang dan dapat dikirimkan melalui misil.
Sementara itu Kremlin menetapkan bahwa latihan tersebut merupakan respons terhadap pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan pejabat Inggris.
Russia dalam beberapa hari terakhir mengecam Macron karena mengatakan kepada majalahThe Economistbahwa ia tidak mengesampingkan apa pun dalam tanggapan Barat terhadap konflik di Ukraina, termasuk pengiriman pasukan ke negara tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka juga mengecam Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron, karena mengatakan Kyiv mempunyai hak untuk menyerang sasaran di Russia.
"Mereka berbicara tentang kesiapan dan bahkan niat mengirim kontingen bersenjata ke Ukraina, yang pada kenyataannya, untuk menempatkan tentara NATO di depan militer Russia," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!