Kenaikan Suku Bunga Solusi Paling Masuk Akal Atasi 'Capital Flight'
📅 Sabtu, 04 Mei 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Dalam hal ini, BI harus sangat waspada dalam menavigasi tekanan eksternal dan mengelola stabilitas rupiah. Hal ini menjadi sangat penting untuk memastikan stabilitas keuangan domestik, pertumbuhan sektor riil, dan kepercayaan terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan,"paparnya.
Penurunan Ditunda
Sebelumnya diberitakan, dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal pada Rabu (1/5) lalu menyebutkan bahwa kurangnya kemajuan menuju sasaran inflasi 2 persen dalam beberapa bulan terakhir, menjadi isyarat penurunan suku bunga akan ditunda hingga paruh kedua tahun ini.
"Kemungkinan akan memakan waktu lebih lama untuk mendapatkan keyakinan bahwa kita berada pada jalur yang berkelanjutan untuk menurunkan inflasi sebesar 2 persen," kata Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell dalam keterangan pers.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan," jelas Powell.
Sinyal suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama dari The Fed mengikuti data terbaru yang menunjukkan bahwa inflasi kembali meningkat, sebagian besar disebabkan oleh mahalnya harga bahan bakar, sementara perekonomian AS tumbuh lebih lambat pada kuartal pertama tahun ini dari perkiraan sebelumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!