Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Skema Imbal Dagang Hemat Devisa

📅 Jumat, 03 Mei 2024, 08:12 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Skema Imbal Dagang Hemat Devisa Doc: istimewa

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pemanfaatan perdagangan alternatif yang dilakukan pelaku usaha di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian. Salah satunya melalui metode imbal dagang.

Imbal dagang merupakan metode perdagangan tanpa bergantung pada valuta asing (valas). Metode ini bermanfaat untuk menghemat devisa, mengatasi kendala pembayaran, dan memastikan kelancaran aliran barang.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan Indonesia terbuka terhadap pemanfaatan transaksi imbal dagang business-to-business (b-to-b) yang dilakukan pelaku usaha kedua negara dalam melakukan perdagangan bilateral. "Itu seperti yang dilakukan salah satu pelaku usaha Indonesia dengan pelaku usaha Mesir," ucapnya di Jakarta, Kamis (2/5).

Jerry mengatakan baru bertemu dengan Deputi Menteri Perdagangan dan Perindustrian Mesir sekaligus CEO Development Fund Amany El Wassal di New Administrative Capital.

Pertemuan bilateral ini bertujuan menggali dan mendapatkan informasi dari Kemendag dan Perindustrian Mesir terkait rencana tindak lanjut kerja sama imbal dagang Indonesia-Mesir, kendala yang dihadapi, dan target pelaksanaan transaksi imbal dagang mendatang.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan pada Mei 2023 yang mendukung pemerintah Mesir guna mendorong penggunaan perdagangan melalui imbal dagang antara kedua negara. "Hal ini disambut baik Perdana Menteri Mesir, Mostafa Kamal Madbouly," jelas Wamendag Jerry.

Sehubungan dengan hal tersebut Indonesia ingin mengetahui evaluasi pemerintah Mesir mengenai transaksi kontrak perdagangan pertama antara Mesir dan Indonesia pada 2023.

Sejak 2022, Kemendag mendorong pelaku usaha Indonesia untuk mengoptimalisasi transaksi imbal dagang secara b-to-b dengan negara mitra dagang. Indonesia dan Mesir telah berhasil melakukan imbal dagang b-to-b tersebut sejauh ini.

Pada 2023, dilakukan transaksi imbal dagang PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dengan A to Z Mesir, produk yang dipertukarkan yaitu satu kontainer produk robusta (kelas 3) Indonesia dan dua kontainer kurma Mesir dengan nilai 60 ribu dollar AS.

Pada 14 Mei 2023, dilakukan penandatanganan kontrak imbal dagang antara PT PPI dengan Alpostan senilai 105 ribu dollar AS dengan produk yang dipertukarkan yaitu kopi dari Indonesia dengan delima/anggur dari Mesir.

Diplomasi Ekonomi

Transaksi imbal dagang antara PT PPI dan Alpostan masih dalam diskusi pertukaran barang yang memungkinkan untuk dipertukarkan tahun ini. Alpostan akan mengirimkan gambar dan spesifikasi buah delima dari Mesir.

Adapun pihak Mesir telah menyanggupi untuk melakukan imbal dagang antara kopi dengan emas dengan nilai hampir mencapai 60 ribu dollar AS. Pihak Mesir berencana mengirimkan emas secara dibawa langsung melalui pesawat.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung, menyoroti nilai tukar rupiah yang terus merosot terhadap dollar AS. Karena itu, dirinya menilai saat ini yang paling penting adalah diplomasi ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.