Korsel Tingkatkan Kewaspadaan Diplomatik atas Ancaman Korut

Jumat, 03 Mei 2024, 02:45 WIB

SEOUL - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) pada Kamis (2/5) menaikkan tingkat kewaspadaan terorisme di lima kantor diplomatik di wilayah tersebut, dengan mengutip informasi intelijen bahwa Korea Utara (Korut) mungkin berupaya untuk merugikan para pejabatnya.

"Kelima lokasi tersebut terdiri dari Kedutaan Besar Seoul di Kamboja, Laos, dan Vietnam, serta konsulat di Vladivostok, Russia, dan Shenyang, Tiongkok," kata Kementerian Luar Negeri Korsel dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Peringatan Waspada | Kantor Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel di Seoul. Pada Kamis (2/5), Kementerian Luar Negeri dan Badan Intelijen Nasional Korsel menaikkan tingkat kewaspadaan terorisme di lima kantor diplomatiknya untuk mengantisipasi atas kemungkinan serangan dari Korut. — Sumber: istimewa

Tingkat kewaspadaan terorisme dinaikkan dari "Perhatian" menjadi "Waspada", yang tertinggi kedua di antara empat klasifikasi Korsel, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya serangan tinggi, kata kementerian tersebut.

Secara terpisah, Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel mengatakan pihaknya memiliki sejumlah indikasi bahwa Korut sedang bersiap untuk melakukan serangan teroris terhadap pejabat diplomatik dan warga negara Korsel, namun tidak merinci sifat ancaman tersebut.

"Pyongyang telah mengirimkan agen ke negara-negara tersebut untuk memperketat pengawasan terhadap misi Korsel," kata NIS.

Hingga berita ini ditulis pada Kamis malam pihak Kedutaan Besar Korut di London tidak menanggapi panggilan telepon berulang kali untuk meminta komentar.

Menanggapi laporan tersebut, media yang dikendalikan pemerintah Korut mengkritik tuduhan terorisme terhadap negara tersebut sebagai upaya yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk mendiskreditkan lawan-lawan Washington DC.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri juga mengatakan Pusat Kontra-Terorisme Nasional Korsel mengadakan pertemuan pada Kamis untuk membahas langkah-langkah melindungi kantor diplomatik dan pejabat yang bekerja di sana.

Pada tahun 2017, AS kembali memasukkan Korut ke dalam daftar negara sponsor terorisme dengan alasan pembunuhanKim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong Un, yang dilakukan dengan agen saraf VX di sebuah lokasi di bandara di Malaysia. ST/And

Redaktur: andes

Penulis: Andes

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.