Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS: Semua Negara Berperan Gunakan AI Militer secara Bertanggung Jawab

📅 Jumat, 03 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
AS: Semua Negara Berperan Gunakan AI Militer secara Bertanggung Jawab Doc: ANTARA/MIKE MACKENZIE/WWW.VPNSRUS.COM VIA FLICKR
Ket. Kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin kian menyita perhatian dunia.

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menekankan semua negara memiliki peran dalam menciptakan kerangka normatif perilaku yang bertanggung jawab dalam penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di bidang militer.

"Semua negara punya peran dalam menciptakan kerangka normatif ini," kata Wakil Asisten Utama Sekretaris, Paul Dean, dari Biro Pengendalian Senjata, Pencegahan, dan Stabilitas, Kementerian Luar Negeri AS, dalam konferensi pers yang dipantau dari Jakarta, Kamis (2/5).

Seperti dikutip dari Antara, Dean menyebutkan salah satu bukti atas pentingnya peran tersebut adalah deklarasi politik yang telah disampaikan 54 negara yang telah bergabung untuk mendukung kontribusi konstruktif dari negara mana pun yang siap memainkan peran penting dalam menciptakan kerangka normatif tersebut.

Deklarasi politik tersebut mencerminkan sejumlah aturan dasar perilaku yang mengatur bagaimana negara akan melakukan tinjauan hukum, dan memastikan tidak ada kesenjangan akuntabilitas dalam penggunaan AI di bidang militer.

Aturan dasar tersebut juga untuk memastikan penerapan kerangka normatif tersebut dirancang dan digunakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang ketat dengan desain yang dibuat untuk memastikan perlindungan, dan teknologi tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab.

"Saya kira teknologi ini akan benar-benar merevolusi militer di berbagai aplikasi," katanya.

Risiko Teknologi Baru

Lebih lanjut, Dean menekankan penggunaan AI tersebut tidak terbatas di medan perang saja, tetapi teknologi itu dapat digunakan militer di seluruh operasi, termasuk dalam hal efisiensi. Namun demikian, dia menyebut seperti halnya teknologi baru, ada potensi risiko jika teknologi tersebut tidak digunakan secara bertanggung jawab.

Oleh karena itu, deklarasi politik dan aturan-aturan perilakunya ditujukan untuk membimbing negara-negara dalam menggunakan teknologi tersebut secara bertanggung jawab.

Dean juga menyatakan AS tetap berkomitmen pada pentingnya penggunaan AI untuk pengendalian dan stabilitas nuklir. "Namun, kita memerlukan mitra yang bersedia membuat kemajuan dalam masalah ini," katanya.

"Ini bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan oleh satu negara. Ini hasil yang dinegosiasikan, dan stabilitas dalam banyak hal merupakan hasil dari saluran komunikasi yang terbuka, kejelasan doktrin serta batasan yang disepakati bersama dan saling menguntungkan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian pengendalian senjata," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 61 negara menandatangani sebuah Seruan Aksi untuk pengembangan dan penggunaan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab di bidang militer. Indonesia, Tiongkok, dan AS termasuk di antara negara-negara yang menandatangani seruan tersebut.

Tiongkok dan AS merupakan dua negara dengan industri kecerdasan buatan dalam militer yang paling maju. "Inilah waktunya untuk membentuk masa depan kita," kata Menteri Luar Negeri Belanda, Wopke Hoekstra, dalam sesi penutupan konferensi REAIM 2023 di Den Haag.

REAIM 2023 adalah platform bagi semua pemangku kepentingan untuk membahas peluang, tantangan, dan risiko utama yang terkait dengan penggunaan kecerdasan buatan di dunia militer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Pramusim: Liverpool Ta...
Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...
Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.