Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Temuan Penderita TBC di Kota Kediri Masih Tinggi

📅 Selasa, 30 Apr 2024, 01:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Temuan Penderita TBC di Kota Kediri Masih Tinggi Doc: ANTARA/ HO-Pemkot Kediri
Ket. Rapat koordinasi terkait dengan penanganan penderita Tuberkulosis (TBC) di Kediri, Jawa Timur.

Kediri - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa temuan penderita tuberkulosis (TBC) di daerah tersebut masih cukup tinggi, sehingga seluruh tenaga kesehatan juga sinergi sehingga kasus bisa semakin berkurang.

PJ Wali Kota Kediri Zanariah mengemukakan TBC masih menjadi masalah kesehatan serius. Terlebih Indonesia menjadi peringkat dua sebagai negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Di Kota Kediri, dari data dinas kesehatan hingga kini, ada 1.380 kasus TBC sensitif obat dan 40 TBC resisten obat.

"Angka tersebut termasuk yang tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir. Ini disebabkan oleh pengobatan yang tidak konsisten, sehingga bakteri penyebab TBC mycobacteriumtuberculosis menjadi kebal terhadap obat-obatan," katanya di Kediri, Senin.

Zanariah menambahkan, selama ini yang menjadi tantangan dalam penanganan tuberkulosis adalah tingginya angka putus pengobatan. Hal itu dikarenakan beberapa hal terutama adanya durasi pengobatan yang cukup lama yaitu minimal enam bulan, adanya efek samping obat, kesulitan akses, masalah ekonomi dan juga stigma negatif.

Menurut dia, upaya pemberantasan tuberkulosis terus dilakukan pemerintah. Setiap fasilitas kesehatan yang menemukan kasus TBC juga wajib melaporkan ke dinas kesehatan dan mencatat di Sistem Informasi Tuberkulosis.

"Maka dari itu, seluruh tenaga kesehatan untuk saling bersinergi mencapai target eliminasi TBC tahun 2030. Karena tenaga kesehatan merupakan ujung tombak dalam penanganan tuberkulosis ini," kata dia.

Dirinya mengapresiasi kegiatanWorkshop UpdateTatalaksana Tuberkulosis (TBC) Sensitif Obat (SO) dan TBC Resisten Obat (RO) bagi tenaga kesehatan di Kota Kediri ini.

Dirinya berharap adanya kegiatan ini para tenaga kesehatan bisa memahami update penanganan program TBC yang berubah begitu cepat. Selain itu bisa meningkatkan kompetensi sumber daya tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan program TBC di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Kediri.

"Semoga dengan ikhtiar ini, kasus TBC di Kota Kediri semakin berkurang, sehingga derajat kesehatan masyarakat juga terus meningkat," kata dia.

Workshoptersebut diisi oleh narasumber Prof. Dr. Soedarsono, dr., Sp. P(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Hangtuah Surabaya dan dr. Retno Asih Setyaningrum, dr., Sp.A (K) dari RSUD Dr. Soetomo serta dr. Palmalina Anggita dari RS Muhammadiyah Kota Kediri.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Muhammad Fajri dan pesertaworkshopyakni kepala puskesmas se-Kota Kediri, dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker dan farmasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Otomotif
Era Mobil Hidrogen Dimulai,...
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Mas...

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.