Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PUPR Targetkan Proyek 18 Bendungan Selesai Tahun Ini

📅 Senin, 29 Apr 2024, 16:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian PUPR Targetkan Proyek 18 Bendungan Selesai Tahun Ini Doc: ANTARA/Shofi Ayudiana
Ket. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia, menyampaikan paparannya dalam peringatan Hari Air Dunia ke-32 Jakarta, Senin (29/4/2024).

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan dapat menyelesaikan 18 bendungan pada tahun ini pada sisa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang akan berakhir Oktober 2024.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia, di Jakarta, Senin (29/4), mengatakan sebetulnya total ada 25 bendungan yang sedang dibangun, tetapi yang ditargetkan selesai tahun ini hanya 18 bendungan.

Ke-18 bendungan tersebut, di antaranya Bendungan Kareuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Lausimeme di Sumatera Utara, Bendungan Tigadihaji di Sumatera Selatan, Bendungan Margatiga di Lampung, Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat.

Kemudian, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Bagong di Jawa Timur, Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, dan Bendungan Budong-Budong di Sulawesi Barat.

Bob menambahkan, sampai saat ini, dari 61 bendungan yang dibangun, 43 bendungan telah selesai dan 18 bendungan lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Sebanyak 43 bendungan yang telah selesai dibangun, di antaranya Bendungan Kuwil Kawangkoan dan Bendungan Lolak di Sulawesi Utara, Bendungan Sadawarna di Jawa Barat, Bendungan Karian di Banten, Bendungan Ameroro di Sulawesi Tenggara, dan Bendungan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat.

Selain bendungan, Kementerian PUPR juga menargetkan dapat menyelesaikan 24 embung pada tahun ini, serta pembangunan jaringan irigasi seluas 10 ribu hektare untuk mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air untuk irigasi.

Selama periode 2015-2023, Bob mengatakan pemerintah telah membangun jaringan irigasi seluas 463.315 hektare dan merehabilitasi jaringan irigasi dengan total luas sekitar 2,1 juta hektare.

Pemerintah juga telah menyediakan air baku sebesar 44,27 meter kubik per detik.

Pemerintah juga telah membangun infrastruktur pengendali banjir dan pengaman pantai sepanjang 1.901 km, serta 423 unit bangunan pengendali lahar dan sedimen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.