Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DIY Memperoleh Kuota 16 Kepala Keluarga untuk Program Transmigrasi

📅 Kamis, 25 Apr 2024, 00:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
DIY Memperoleh Kuota 16 Kepala Keluarga untuk Program Transmigrasi Doc: ANTARA/Adiwinata
Ket. Arsip - Foto udara lokasi pemukiman dan lahan transmigrasi di Desa Puncak, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Selasa (5/3/2019). Setiap satu Kepala Keluarga (KK) transmigran di daerah itu mendapatkan satu unit rumah, pekarangan serta lahan.

Yogyakarta - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan provinsi itumendapatkan kuota 16 kepala keluarga (KK) untuk program transmigrasi tahun 2024.

"Dari pusat sampai saat ini yang kami dapatkan 16 KK dengan penempatan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan dan Sijunjung, Sumatera Barat," kata Kepala Bidang Pelindungan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans DIY,Elly Supriyanti, di Yogyakarta, Rabu.

Elly menyampaikan, dari kuota 16 KK tersebut Kota Yogyakarta memperoleh alokasi sebanyak empat KK, Kabupaten Sleman empat KK, Bantul empat KK, Kulon Progo dua KK, dan Gunungkidul dua KK, disesuaikan masing-masing APBD untuk mendukung program itu.

Warga yang diberangkatkan harus lolos seleksi administrasi dan kesehatan, serta telah memperoleh pembekalan keterampilan mulai bidang pertanian, perkebunan, kewirausahaan, termasuk kemampuan beradaptasi dengan sesama transmigran, serta penduduk asli di wilayah tujuan.

"Sebenarnya kabupaten sudah punya nominasi, cuma secara formalnya harus ada surat keputusan (SK) dari kepala daerah masing-masing. Kalau sudah ada perintah penempatan dari pusat, SK akan diajukan," kata dia.

Menurut dia, kuota transmigrasi untuk DIY mengalami tren penurunan setiap tahun.

Pada 2022 DIY masih memperoleh kuota 51 KK, 2023 mendapat 20 KK, dan kembali menurun menjadi 16 KK pada 2024.

Kuota tersebut sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia. "Dulu bahkan kuotanya bisa sampai seratus lebih," kata Elly.

Meski kuota terus menurun, dia menyebut animo masyarakat DIY mengikuti program transmigrasi cukup tinggi, dibuktikan dengan 111 orang masuk daftar tunggu hingga 2024 dan 291 orang bertanya prosedur transmigrasi.

Tingginya minat itu, menurut dia, dipengaruhi lapangan pekerjaan di DIY yang sempit, atau setidaknya jauh dari jumlah angkatan kerja.

"Mungkin di sini karena cari kerja enggak gampang, mau bertani juga lahannya tidak punya," ucap Elly.

Dengan tingginya minat masyarakat, menurut dia, Disnakertrans DIY bakal mengupayakan tambahan kuota transmigrasi untuk tahun ini.

Berdasarkan data Disnakertrans DIY selama 15 tahun terakhir sejak 2008 sampai 2022, DIY telah mengirimkan transmigran sebanyak 2.116 KK atau 6.823 jiwa ke berbagai wilayah di Sulawesi, Kalimantan, serta Sumatera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.