Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Diimbau Jalankan Pola Hidup Bersih Sehat untuk Cegah Flu Singapura

📅 Kamis, 18 Apr 2024, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Diimbau Jalankan Pola Hidup Bersih Sehat untuk Cegah Flu Singapura Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya
Ket. Ilustrasi : Aktivitas pelayanan kesehatan di salah satu puskesmas di Kota Surabaya.

Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Jawa Timur mengimbau seluruh masyarakat di kota setempat tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah terpapar penyakit Flu Singapura.

"Antisipasi Flu Singapura dengan PHBS, seperti rutin mencuci tangan, tidak berbagi alat makan dan minum," kata Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina di Surabaya, Rabu.

Masyarakat juga diimbau memperhatikan kebersihan perabotan di rumah yang berpotensi menjadi media penularan virus, seperti gagang pintu, meja, dan remote televisi.

Nanik menjelaskan penyebab Flu Singapura dikarenakan infeksistrain coxsackievirusdan yang paling sering adalah jenis A16.

Gangguan kesehatan itu disebut juga dengan penyakit tangan, mulut, dan kaki atauhand, mouth, and foot disease(HMFD).

Gejala awal yang ditimbulkan adalah muncul tanda berupa lepuh atau luka di bagian mulut. Kemudian adanya ruam di tangan dan kaki.

"Saat terjadi, gejala yang timbul umumnya ringan sehingga dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari," ujar dia.

Tak hanya itu, bagi masyarakat yang baru tiba seusai mudik dan mendapati gejala demam, sakit tenggorokan, sariawan, nyeri lidah serta gusi agar secepatnya memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan masyarakat terdekat, sesuai anjuran pemerintah pusat.

Pun demikian dengan munculnya ruam berwarna merah, putih, serta abu-abu yang tidak menimbulkan rasa gatal atau terlihat seperti benjolan kecil langkah serupa harus dilaksanakan.

"Kemudian nyeri perut, batuk, dan kehilangan selera makan," lanjutnya.

Berdasarkan data Dinkes setempat, pada periode Januari hingga April 2024 sudah ada laporan 61 kasus gejala Flu Singapura di Surabaya.

Puluhan laporan itu masuk dari pihak fasyankes di Surabaya melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

"Dari kasus tersebut telah dilakukan tatalaksana layanan sesuai standar dan rawat jalan oleh dokter yang menangani," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.