Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagian Dalam Bumi Bisa Tetap Sepanas Permukaan Matahari Selama Miliaran Tahun

📅 Sabtu, 13 Apr 2024, 13:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bagian Dalam Bumi Bisa Tetap Sepanas Permukaan Matahari Selama Miliaran Tahun Doc: The Conversation/eliflamra/iStock via Getty Images
Ket. Ilustrasi ini menggambarkan empat bagian di bawah permukaan Bumi.

Shichun Huang, University of Tennessee

Bumi kita memiliki struktur berlapis-lapis seperti bawang.

Mulai dari atas ke bawah, ada kerak, yang meliputi permukaan yang kita pijak. Lebih jauh ke bawah ada mantel yang sebagian besar berupa batuan padat.

Lebih dalam lagi, adalah lapisan inti luar yang terbuat dari besi cair. Struktur terakhir adalah inti dalam, yang terbuat dari besi padat, dengan radius 70% ukuran Bulan.

Semakin dalam lapisannya, suhunya semakin panas. bagian inti sama panasnya dengan permukaan Matahari.

Perjalanan ke pusat Bumi

Sebagai profesor ilmu bumi dan planet, saya mempelajari bagian dalam dunia kita. Seperti halnya seorang dokter dapat menggunakan teknik yang disebut sonografi untuk membuat gambar struktur di dalam tubuh kita dengan gelombang ultrasonik, para ilmuwan juga menggunakan teknik yang sama untuk memotret struktur internal Bumi.

Namun, alih-alih menggunakan ultrasound, para ahli geosains menggunakan gelombang seismik: gelombang suara yang dihasilkan oleh gempa bumi.

Di permukaan bumi, kamu melihat tanah, pasir, rumput, dan trotoar. Getaran seismik mengungkapkan apa yang ada di bawahnya: bebatuan, besar dan kecil. Ini semua adalah bagian dari kerak bumi, yang bisa turun hingga sejauh 20 mil (30 kilometer); yang mengapung di atas lapisan yang disebut mantel.

Bagian atas mantel biasanya bergerak bersama dengan kerak bumi. Bersama-sama, keduanya disebut litosfer, yang memiliki ketebalan rata-rata sekitar 60 mil (100 kilometer), meskipun bisa lebih tebal di beberapa lokasi.

Litosfer dibagi menjadi beberapa blok besar yang disebut lempeng. Sebagai contoh, lempeng Pasifik berada di bawah seluruh Samudra Pasifik, dan lempeng Amerika Utara menutupi sebagian besar Amerika Utara. Lempeng-lempeng tersebut seperti potongan-potongan puzzle yang secara kasar saling menyatu dan menutupi permukaan Bumi.

Lempeng-lempeng itu tidak statis. Sebaliknya, mereka bergerak. Kadang-kadang hanya sepersekian inci dalam jangka waktu beberapa tahun. Di lain waktu, ada lebih banyak gerakan, dan lebih mendadak. Pergerakan seperti inilah yang memicu gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Pergerakan lempeng merupakan faktor penting, dan mungkin sangat penting, yang mendorong evolusi kehidupan di Bumi. Sebab, lempeng yang bergerak mengubah lingkungan dan memaksa kehidupan untuk beradaptasi dengan kondisi baru.

Panasnya menyala

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Tundukkan Afrika Selatan 1-...
Olahraga
Iga Swiatek Tak Terbebani J...
Daerah
Pemkab Jayawijaya Hanya Izi...

Wagub DKI: HUT Jakarta Momentum Perkuat Budaya Tertib

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Wagub DKI: HUT Jakarta Mome...
Olahraga
Zverev dan Andreeva Siap Me...
Megapolitan
Jakarta Penuh Warna Semarak...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah,  Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

Tim Bola Voli Putra Indonesia Torehkan Sejarah, Juara AVC Cup 2026 Usai Balas Kekalahan dari Korea Selatan

28 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.