- Home
-
- Luar Negeri
-
- Mantan Wakil Presiden Ekua...
Mantan Wakil Presiden Ekuador Lancarkan Mogok Makan dari dalam Penjara
Jumat, 12 Apr 2024, 07:37 WIBQUITO - Mantan wakil presiden Ekuador yang saat ini dipenjara, Jorge Glas, melakukan mogok makan untuk memprotes penangkapannya di Kedutaan Besar Meksiko di Quito, pekan lalu.
Dilansir oleh Voice of America, Glas yang divonis dua kali atas tuduhan korupsi, menghadapi dakwaan baru setelah penangkapannya secara paksa oleh polisi pekan lalu di kedutaan tersebut.
"Kami akhirnya melakukan kontak dengan Jorge, yang sedang melakukan mogok makan," kata pengacaranya, Sonia Vera, Rabu di platform media sosial X.
Menurut badan penjara nasional Ekuador, SNAI, Glas dibawa ke rumah sakit pada hari Senin setelah menolak makan dan jatuh sakit. Dia dikembalikan ke penjara pada hari Selasa.
"Dia berada di dalam lubang, tanpa cahaya," kata sebuah sumber pada Cable News Network (CNN).
Glas pertama kali dipenjara pada hari Sabtu, sehari setelah polisi Ekuador menangkapnya dalam penggerebekan kontroversial di kedutaan besar Meksiko di Quito, di mana ia mencari suaka politik setelah dituduh melakukan korupsi oleh jaksa Ekuador.
Glas telah membantah tuduhan tersebut.
Pada hari Minggu, pengacaranya mengajukan banding atas habeas corpus, sebuah prinsip hukum yang memungkinkan orang-orang yang yakin bahwa mereka ditahan secara tidak sah di penjara atau penahanan untuk menantangnya. Tantangan yang berhasil dapat berujung pada pembebasan tahanan.
Pemerintah Ekuador mengatakan, mereka mempunyai bukti bahwa Glas berencana melarikan diri, setelah tinggal di kedutaan sejak Desember. Ketegangan meningkat antara Meksiko dan Ekuador sejak Kedutaan Besar Meksiko di Ekuador mengizinkan Glas mengungsi di sana.
Menurut The New York Times, Presiden Ekuador, Daniel Noboa membela keputusan untuk menahan Glas, dengan alasan krisis keamanan yang semakin meningkat di negara tersebut. Dia mencatat bahwa penangkapan Glas mencerminkan sikap kerasnya terhadap penjahat.
Sementara itu, Presiden Meksiko, Andrés Manuel López Obrador, juga memicu permusuhan antara kedua negara dengan mempertanyakan legitimasi pemilihan presiden Ekuador.
Selama konferensi pers harian Lopez Obrador pada hari Selasa, rekaman yang disiarkan dari dalam kedutaan menunjukkan sebuah pintu dibuka paksa dan seseorang yang tampaknya adalah Glas, dibawa oleh polisi atau tentara.
Dalam video yang diedarkan pengacaranya, Glas menuduh dirinya dianiaya polisi saat ditangkap.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Polda Metro Jaya Beri Pendampingan Psikologis Korban Kecelakaan SDN 01 Kalibaru
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Bakal Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Minggu
-
KPK: Maktour dan Kesthuri Intens Minta Tambahan Kuota Haji 2024
-
Peringatan bagi Traveler: Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat
-
Sinner Melaju ke Perempat Final Miami Open, Makin Dekat Menuju “Sunshine Double”
-
Pemerintah Targetkan Pembangunan 104 Sekolah Rakyat di 2026
-
Tips Aman Berkendara Saat Hujan Deras, Jangan Paksakan Diri di Jalan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.