Sambut Idul Fitri, BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Diguyur Hujan

Rabu, 10 Apr 2024, 07:05 WIB

Jakarta - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di pagi hari dan dapat disertai dengan petir serta angin kencang.

Berdasarkan laman BMKG yang dipantau di Jakarta pada Rabu dini hari, hujan diprakirakan turun di sejumlah wilayah di Indonesia dengan beberapa provinsi berstatus waspada akibat dari dampak hujan yang lebat.

Beberapa provinsi tersebut ialah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, hingga Kalimantan Timur.

Selain itu, BMKG juga memprakirakan beberapa wilayah di provinsi Papua, Papua Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi berstatus waspada akibat dari dampak hujan yang sangat lebat.

Sementara untuk wilayah DKI Jakarta, beberapa wilayah mengalami cuaca cerah berawan di pagi hari, yakni Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu. Adapun untuk wilayah Jakarta Pusat dan Utara, BMKG memprakirakan dua wilayah tersebut hanya akan mengalami cuaca berawan di pagi hari.

Memasuki siang hari, seluruh wilayah DKI Jakarta akan serentak mengalami hujan, baik dengan intensitas ringan maupun sedang. BMKG memprakirakan hujan di DKI Jakarta akan berhenti dan hanya akan mengalami cuaca berawan pada malam hari.

Sebelumnya pada Kamis malam (4/4), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi terjadinya cuaca ekstrem selama arus perjalanan mudik Lebaran Idul Fitri 2024 di wilayah Jawa Timur hingga beberapa daerah di Indonesia bagian timur berpotensi meningkat seiring timbulnya keberadaan bibit siklon 96S.

"Bibit siklon 96S tersebut teridentifikasi timbul berpusat di sekitar Laut Sawu," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto saat dikonfirmasi dari Karawang, Jawa Barat, Kamis.

Ia menjelaskan, bibit siklon 96S itu mempengaruhi kecepatan angin maksimum berkisar 28-37 kilometer per jam dengan tekanan pada pusatnya sekitar 1.007 mb.

Berdasarkan analisa BMKG diketahui pergerakan angin maksimum akibat tekanan yang ditimbulkan mengarah ke arah barat daya hingga selatan atau menjauhi perairan selatan Nusa Tenggara Timur.

Dengan kondisi demikian maka, menurut dia, sistem bibit siklon 96S tersebut meningkatkan potensi risiko sedang hingga tinggi dalam periode dua atau tiga hari ke depan.

Pihaknya memprediksi siklon akan meningkatkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.???????

Guswanto menambahkan bahwa signifikansi kondisi cuaca di wilayah Indonesia ini juga didukung oleh Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) serta fenomena GelombangKelvindanRossby Equatorialmasih terpantau dan diprediksi aktif di wilayah Indonesia dalam periode yang bersamaan. Termasuk, suhu muka laut yang hangat juga berperan dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Indonesia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.