Inovasi MBG! Siswa MI Nur At-Taqwa Bebas Ambil Makanan Sendiri Pakai Sistem Prasmanan

Jumat, 02 Okt 2026, 13:55 WIB

JAKARTA - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pegangsaan Dua Polres Metro Jakarta Utara menggelar uji coba unik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi penyajian santapan kali ini menerapkan sistem prasmanan langsung bagi para siswa sekolah dasar.


Ket. Foto: Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pegangsaan Dua Polres Metro Jakarta Utara menggelar uji coba unik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi penyajian santapan kali ini menerapkan sistem prasmanan langsung bagi para siswa sekolah dasar. — Sumber: Polda Metro Jaya

Penerapan konsep anyar tersebut ditujukan khusus bagi anak-anak kelas 5 dan 6 MI Nur At-Taqwa, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Metode interaktif ini memungkinkan setiap pelajar mengambil sendiri hidangan makan siang sesuai tingkat porsi dan porsi piring mereka.


Para murid terlihat antusias memilih deretan sajian sehat berupa nasi putih hangat, ayam bumbu Taliwang, hingga tahu pong crispy. Pilihan nutrisi pendukung lainnya melengkapi sajian piring berupa tumisan segar labu siam putren serta buah anggur.


Agenda pemantauan simulasi prasmanan dipimpin langsung jajaran Polres Metro Jakarta Utara bersama jajaran pengurus Bhayangkari dan ahli gizi sekolah. Langkah evaluasi bersama ini ditujukan untuk mengukur tingkat efektivitas pelayanan konsumsi harian anak-anak didik.


Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi menegaskan bahwa program pemenuhan gizi sekolah ini bukan sekadar aktivitas bagi-bagi makanan harian. Penyelenggara wajib memastikan standar keberhasilan asupan gizi, kebersihan alat makan, hingga aspek keamanan mutu pangan.


"Kami mendukung pelaksanaan program MBG ini agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak. Uji coba sistem prasmanan ini juga menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat bagaimana pelayanan dapat diberikan secara lebih efektif, tertib, dan tetap memperhatikan kebutuhan gizi siswa," ujar Kombes Pol Adhe Hariadi.


Adhe menambahkan bahwa kesuksesan jangka panjang skema MBG sangat membutuhkan keterlibatan aktif dan sinergi dari seluruh elemen. Kerjasama solid antara pengelola Dapur SPPG, jajaran tenaga medis, tim sekolah, hingga kedisiplinan murid menjadi kunci keberhasilan.


Jaminan mutu dan higienitas santapan anak-anak harus menjadi skala prioritas tertinggi sepanjang rantai produksi sajian harian. Pengawasan berlapis bakal diterapkan agar seluruh porsi hidangan yang sampai ke meja makan anak aman dikonsumsi.


"Yang paling penting adalah makanan yang diterima anak-anak aman, bergizi, dan berkualitas. Kami akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi bersama pihak terkait sehingga program ini dapat terlaksana secara optimal," katanya.


Dapur SPPG Polri Pegangsaan Dua sendiri telah menjadi pusat pengolahan dan penyaluran utama konsumsi sekolah di wilayah Kelapa Gading. Rekam jejak penyaluran perdana pada Oktober 2025 lalu berhasil mendistribusikan hingga 1.010 porsi santapan bergizi.


Standar higienitas serta kelayakan gizi dapur kepolisian tersebut bahkan sempat mendapatkan apresiasi saat ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pengelolaan yang cermat dinilai berhasil memenuhi tolok ukur standar kesehatan dan pemenuhan gizi seimbang nasional.


Simulasi makan prasmanan gratis di MI Nur At-Taqwa pun berakhir dengan tertib, lancar, serta penuh kegembiraan. Hasil evaluasi uji coba ini siap dijadikan acuan baku dalam memoles kualitas pelayanan MBG di Jakarta Utara.

  • Polri
  • Polres Metro Jakarta Utara
  • Makan Bergizi Gratis
  • Program MBG
  • SPPG Polri
  • pemenuhan gizi anak
  • Polda Metro Jaya
  • MBG Prasmanan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.