Como vs RB Leipzig: Tim Debutan Liga Champions Tantang Semifinalis 2020

Kamis, 10 Sep 2026, 07:10 WIB

COMO – Como akan mencatat sejarah baru ketika menjamu RB Leipzig pada laga perdana fase liga Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9) dini hari WIB. Klub yang baru dua tahun lalu kembali ke Serie A itu kini berhak merasakan atmosfer kompetisi elite Eropa untuk pertama kalinya.

Perjalanan Como menuju Liga Champions terbilang luar biasa. Musim lalu, mereka mengakhiri Serie A di posisi keempat sekaligus mengamankan tiket ke kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Pencapaian tersebut menjadi rekor terbaik sepanjang sejarah klub.

Ket. Foto: Ilustrasi pemain RB Leipzig. — Sumber: UEFA

Como memastikan posisi empat besar setelah menutup musim dengan empat kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Mereka mampu mengungguli klub-klub mapan seperti AC Milan dan Juventus.

Pencapaian itu terasa semakin istimewa jika melihat perjalanan klub dalam beberapa tahun terakhir. Como baru promosi kembali ke kasta tertinggi Italia dua tahun lalu dan bahkan masih bermain di Serie D pada 2019.

Di bawah arahan Cesc Fabregas, perkembangan Como semakin pesat. Mereka bahkan berhasil mencapai semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya. Namun, langkah mereka dihentikan Inter Milan setelah mengalami keruntuhan pada leg kedua di San Siro.

Investasi besar dari pemilik Como mulai memberikan hasil. Sepanjang tahun kalender ini, hanya Inter Milan yang mengoleksi lebih banyak poin dibandingkan Como. Klub berjuluk Lariani itu juga baru saja meraih kemenangan tandang atas dua tim kuat, Napoli dan Genoa.

Sejak 2024, Como menjadi klub dengan pengeluaran transfer terbesar di Serie A. Mereka membangun skuad dengan banyak pemain ofensif, termasuk kreator utama Nico Paz dan pencetak gol terbanyak Tasos Douvikas. Namun, kekuatan mereka bukan hanya di lini depan. Musim lalu Como mencatatkan 19 clean sheet, terbanyak di Serie A.

Ambisi besar pun diusung Fabregas. Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu memiliki pengalaman tampil dalam 104 pertandingan Liga Champions ketika masih menjadi pemain. Kini, ia mendapat kesempatan membawa Como menikmati panggung yang sama dari pinggir lapangan.

Sebagai debutan, Como akan menghadapi tantangan berat. Mereka juga tergabung bersama sesama pendatang baru Sabah, LASK, dan Viking dalam fase liga.

Jika Como benar-benar masih berstatus pendatang baru, RB Leipzig sudah jauh lebih berpengalaman. Klub Jerman tersebut akan menjalani kampanye Liga Champions kedelapan sejak melakukan debut di fase grup kompetisi Eropa sembilan tahun lalu.

Leipzig bahkan pernah melangkah hingga semifinal pada 2020. Namun, penampilan terakhir mereka di Liga Champions berakhir mengecewakan. Pada fase liga musim 2024-25, Leipzig hanya meraih satu kemenangan dari delapan pertandingan dan finis di posisi ke-32.

Setelah absen satu musim, Leipzig kembali ke panggung elite berkat finis ketiga di Bundesliga musim lalu. Hasil tersebut ternyata tidak cukup menyelamatkan posisi Ole Werner sebagai pelatih.

Kini, Martin Demichelis dipercaya memimpin Leipzig. Ini menjadi pengalaman pertamanya sebagai pelatih di Liga Champions, meski ketika masih bermain ia tampil dalam 67 pertandingan kompetisi tersebut bersama Bayern Munich, Manchester City, dan Malaga.

Demichelis bahkan pernah berhadapan dengan Fabregas ketika Manchester City menghadapi Barcelona.

Awal musim Leipzig bersama Demichelis berlangsung cukup positif. Mereka menyingkirkan Eintracht Trier di DFB-Pokal dan Borussia Monchengladbach di Bundesliga. Namun, momentum tersebut terhenti pekan lalu setelah Leipzig kalah 1-3 dari Werder Bremen.

Masalah lain menghantui Leipzig saat bertandang ke Como. Rekor tandang mereka di Liga Champions cukup buruk. Dalam enam pertandingan tandang terakhir di kompetisi tersebut, Leipzig hanya mampu mengoleksi satu poin.

Atmosfer unik Stadion Sinigaglia, yang berada di tepi Danau Como, juga dipastikan menjadi ujian tersendiri bagi tim tamu.

Como cukup aktif memperkuat skuad menjelang debut di Liga Champions. Salah satu rekrutan paling menarik adalah Moise Kean.

Striker tim nasional Italia itu memiliki pengalaman di Liga Champions dengan catatan lima gol dan satu assist dari enam pertandingan sebelumnya. Kean baru mendapatkan kesempatan bermain dari bangku cadangan dalam kemenangan 4-1 atas Genoa pada Jumat lalu.

Namun, Tasos Douvikas tetap menjadi kandidat utama di lini depan. Penyerang tersebut mencetak 14 gol di Serie A musim lalu dan sudah menambah dua gol pada musim ini.

Nico Paz juga menjadi pemain yang patut diperhatikan. Ia pernah tampil beberapa menit di Liga Champions ketika masih memperkuat Real Madrid, tetapi bersama Como ia berpeluang mendapatkan kesempatan lebih besar untuk menunjukkan kemampuannya.

Martin Baturina dan Assane Diao juga diperkirakan mengisi sektor ofensif Como. Fabregas memiliki hampir seluruh pemainnya. Satu-satunya pemain yang absen karena cedera adalah Jayden Addai yang masih menjalani pemulihan jangka panjang.

Como sendiri baru bisa kembali memainkan laga kandang di Sinigaglia setelah tiga pertandingan awal musim harus dimainkan di markas lawan. Stadion tersebut sebelumnya menjalani peningkatan fasilitas agar memenuhi regulasi UEFA.

Di kubu Leipzig, Rocco Reitz, Romulo, dan Christoph Baumgartner dipastikan absen. Baumgartner menjadi kehilangan cukup penting setelah mencetak 17 gol di semua kompetisi musim lalu, rekor terbaik dalam kariernya. Brajan Gruda dan Assan Ouedraogo juga masih diragukan tampil.

Leipzig mendapat tambahan kekuatan setelah mendatangkan striker Spanyol Marc Guiu dari Chelsea. Christopher Nkunku juga kembali ke klub dengan status pinjaman dari AC Milan.

Sementara itu, Antonio Nusa akan menjadi ancaman dari sisi sayap. Pemain Norwegia tersebut pernah mencetak gol pada debutnya di Liga Champions bersama Club Brugge ketika baru berusia 17 tahun.

Perkiraan Susunan Pemain

Como:

Butez; Couto, Chalobah, Ramon, Valle; Perrone, Da Cunha; Diao, Nico Paz, Baturina; Douvikas.

RB Leipzig:

Vandevoordt; Baku, Orban, Lukeba, Raum; El Aynaoui, Seiwald, Banzuzi; Bakayoko, Nkunku, Nusa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.