• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Investment Link Makin Dimi...

Investment Link Makin Diminati, Pahami Cara Kerja dan Bedanya dengan Asuransi Tradisional

Jumat, 02 Okt 2026, 14:28 WIB

JAKARTA — Produk asuransi yang menggabungkan manfaat perlindungan dengan komponen investasi atau investment link kembali mencatat pertumbuhan pada 2026. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan pendapatan premi unit link mencapai Rp35,73 triliun pada semester I 2026, tumbuh 10,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan juga terlihat pada premi bisnis baru unit link yang meningkat 34,5 persen menjadi Rp19,78 triliun. Angka tersebut menunjukkan masih adanya permintaan terhadap produk asuransi yang menawarkan manfaat perlindungan sekaligus komponen investasi dalam satu polis.

Ket. Foto: Ilustrasi sebuah keluarga dengan perlindungan asuransi. Investment link yang menggabungkan manfaat perlindungan dan investasi dapat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan perlindungan sekaligus memiliki potensi nilai investasi dalam satu polis. — Sumber: Allianz Life Indonesia

Meski demikian, unit link memiliki mekanisme yang berbeda dengan produk asuransi tradisional. Pemahaman mengenai perbedaan tersebut menjadi penting karena manfaat perlindungan, pengelolaan dana, biaya, risiko, hingga cara nilai polis berkembang dapat berbeda antara kedua jenis produk.

Di Indonesia, unit link merupakan bagian dari Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI). Produk tersebut menggabungkan manfaat asuransi dengan investasi melalui subdana yang tersedia dalam polis.

Perlindungan dan Investasi dalam Satu Polis

Secara umum, unit link dirancang untuk memberikan dua komponen dalam satu produk. Komponen pertama adalah perlindungan asuransi yang memberikan manfaat finansial apabila risiko yang dijamin dalam polis terjadi.

Komponen kedua adalah investasi yang memberikan potensi pertumbuhan nilai dana. Dana investasi ditempatkan pada subdana yang memiliki aset dasar tertentu. Nilai unit investasi kemudian mengikuti perkembangan harga unit subdana tersebut.

Ketika nilai aset dalam subdana meningkat, nilai investasi berpotensi bertambah. Sebaliknya, ketika nilai aset mengalami penurunan, nilai investasi juga dapat turun.

Karakteristik tersebut membuat komponen investasi pada unit link berbeda dari manfaat perlindungan. Perlindungan mengikuti besaran uang pertanggungan, pengecualian, dan ketentuan pembayaran yang tercantum dalam polis, sedangkan nilai investasi dipengaruhi oleh kinerja aset dan kondisi pasar.

Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Cheang Khai Au mengatakan pemahaman terhadap mekanisme produk menjadi bagian penting sebelum seseorang memutuskan menggunakan investment link.

“Investment link dapat memberikan manfaat perlindungan sekaligus komponen potensi nilai investasi dalam satu polis. Agar manfaat tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan, penting bagi calon pemegang polis untuk memahami bagaimana premi dialokasikan, bagaimana nilai investasi bekerja, serta biaya dan ketentuan yang berlaku dalam polis,” ujar Khai Au melalui siaran pers pada hari Kamis (1/10).

Perbedaan dengan Asuransi Tradisional

Salah satu perbedaan utama unit link dan asuransi tradisional terletak pada keberadaan komponen investasi.

Pada produk unit link, sebagian premi sesuai mekanisme produk dapat dialokasikan untuk membentuk unit investasi. Nilai unit tersebut kemudian bergerak mengikuti kinerja subdana yang dipilih.

Sementara pada produk asuransi tradisional, premi pada dasarnya digunakan untuk memberikan manfaat perlindungan sesuai dengan ketentuan polis dan tidak memiliki komponen investasi yang nilai dananya secara langsung mengikuti kinerja subdana.

Dengan demikian, struktur manfaat keduanya perlu dipahami secara berbeda. Pada unit link, pemegang polis perlu memperhatikan manfaat proteksi sekaligus perkembangan nilai investasi. Pada asuransi tradisional, perhatian utama lebih diarahkan pada manfaat perlindungan, periode pertanggungan, premi, serta ketentuan lain yang terdapat dalam polis.

Perbedaan tersebut juga berkaitan dengan risiko. Nilai investasi pada unit link dapat mengalami fluktuasi karena dipengaruhi kondisi pasar. Artinya, nilai dana yang tercantum dalam polis pada suatu waktu tidak selalu sama dengan nilai pada periode berikutnya.

Pada asuransi tradisional yang tidak memiliki komponen investasi, pemegang polis tidak menghadapi fluktuasi nilai investasi seperti pada unit link. Namun, manfaat yang diterima tetap bergantung pada jenis produk, ketentuan polis, serta risiko yang dijamin.

Karena itu, membandingkan kedua jenis produk hanya berdasarkan besaran premi atau ilustrasi nilai manfaat tidak cukup. Calon pemegang polis perlu melihat tujuan utama pembelian asuransi, kebutuhan perlindungan, kemampuan membayar premi, jangka waktu, serta pemahaman terhadap risiko masing-masing produk.

Bagaimana Premi Unit Link Dialokasikan?

Mekanisme alokasi premi menjadi salah satu aspek yang perlu dipahami sebelum membeli unit link. Tidak seluruh premi pada setiap produk memiliki mekanisme alokasi yang sama.

Pada produk tertentu, terutama pada periode awal polis, sebagian premi dapat digunakan untuk biaya akuisisi. Sebagian lainnya dialokasikan untuk membentuk unit investasi.

Pada produk lain, premi dapat langsung dialokasikan untuk membentuk unit investasi sesuai dengan mekanisme dan ketentuan polis.

Setelah terbentuk, unit investasi memiliki nilai yang mengikuti harga unit subdana. Perubahan harga unit tersebut kemudian memengaruhi nilai investasi yang tercantum dalam polis.

Selain dipengaruhi oleh kinerja subdana, nilai investasi juga dapat digunakan untuk membayar sejumlah biaya selama polis berjalan. Biaya tersebut dapat mencakup biaya asuransi, biaya administrasi, dan biaya lainnya sesuai ketentuan polis.

Karena itu, calon pemegang polis perlu memahami bukan hanya berapa premi yang harus dibayarkan, tetapi juga bagaimana premi tersebut dialokasikan dan biaya apa saja yang dapat dikenakan.

Nilai Investasi Tidak Sama dengan Manfaat Proteksi

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah membedakan nilai investasi dengan manfaat perlindungan.

Nilai investasi merupakan nilai unit yang terbentuk dari dana yang dialokasikan ke subdana dan dapat berubah mengikuti kinerja aset. Nilainya dapat meningkat maupun menurun.

Sementara manfaat perlindungan merupakan manfaat asuransi yang diberikan apabila risiko yang dijamin dalam polis terjadi. Besaran manfaat tersebut mengikuti ketentuan polis dan tidak semata-mata ditentukan oleh perkembangan nilai investasi.

Pemahaman ini penting karena ilustrasi nilai investasi dalam suatu produk bukan merupakan jaminan bahwa nilai tersebut akan tercapai. Perkembangan investasi bergantung pada kinerja aset yang mendasari subdana dan kondisi pasar.

Dengan demikian, calon pemegang polis perlu melihat unit link sebagai produk yang memiliki dua aspek berbeda, yakni perlindungan dan investasi, dengan karakteristik serta risiko masing-masing.

Pertimbangkan Tujuan Keuangan

Dalam perencanaan keuangan, kebutuhan perlindungan dan tujuan investasi perlu dipertimbangkan secara bersamaan apabila seseorang memilih unit link.

Pertama, calon pemegang polis perlu memastikan bahwa kebutuhan proteksinya sesuai dengan manfaat yang ditawarkan produk. Besaran uang pertanggungan, jenis risiko yang dijamin, pengecualian, dan periode perlindungan menjadi sejumlah hal yang perlu diperiksa.

Kedua, tujuan keuangan dan jangka waktu perlu disesuaikan dengan karakteristik investasi. Karena nilai investasi dapat mengalami fluktuasi, calon pemegang polis perlu mempertimbangkan apakah produk tersebut sesuai dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Ketiga, kemampuan membayar premi perlu diperhitungkan untuk jangka panjang. Selain premi, terdapat biaya lain sesuai ketentuan polis yang dapat memengaruhi nilai investasi atau keberlangsungan polis.

Keempat, pilihan subdana dan tingkat risikonya perlu dipahami. Masing-masing subdana dapat memiliki aset dasar dan tingkat risiko yang berbeda. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan.

Kelima, calon pemegang polis perlu memahami fitur yang tersedia. Beberapa produk menawarkan fasilitas seperti top-up, withdrawal, switching, maupun perubahan manfaat. Penggunaan fitur tersebut tetap mengikuti syarat dan ketentuan masing-masing polis.

Asuransi Bukan Semata-Mata Produk Investasi

Perbedaan karakteristik tersebut juga menunjukkan bahwa tujuan utama membeli asuransi perlu diperhatikan sejak awal. Asuransi pada dasarnya memberikan perlindungan terhadap risiko finansial yang dapat muncul akibat kejadian yang dijamin dalam polis.

Pada unit link, unsur investasi hadir sebagai bagian dari struktur produk. Namun, komponen investasi tersebut tetap memiliki risiko pasar dan tidak dapat diperlakukan sebagai hasil investasi yang pasti.

Karena itu, calon pemegang polis perlu menghindari pemahaman bahwa semakin besar nilai investasi dalam ilustrasi, semakin besar pula manfaat yang pasti diterima. Nilai aktual dapat berbeda karena dipengaruhi kinerja investasi dan biaya yang berlaku.

Sebaliknya, bagi seseorang yang tujuan utamanya adalah memperoleh perlindungan dengan struktur yang lebih sederhana dan tidak membutuhkan komponen investasi dalam polis, produk asuransi tradisional dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan. Kesesuaian tetap bergantung pada kebutuhan, kondisi keuangan, serta karakteristik produk yang dipilih.

Baca RIPLAY dan Polis Sebelum Membeli

Sebelum mengambil keputusan, calon pemegang polis perlu membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) serta dokumen polis secara menyeluruh.

Informasi yang perlu diperhatikan antara lain manfaat perlindungan, pengecualian, biaya, risiko investasi, mekanisme alokasi premi, ketentuan penarikan dana, serta persyaratan yang berkaitan dengan keberlangsungan polis.

Calon pemegang polis juga perlu memahami konsekuensi apabila premi tidak dibayarkan sesuai ketentuan atau polis tidak dapat dipertahankan. Hal ini penting karena biaya dan mekanisme masing-masing produk dapat berbeda.

Informasi mengenai produk dapat diperoleh melalui kanal resmi perusahaan asuransi maupun dengan berkonsultasi bersama tenaga pemasar resmi perusahaan.

“Setiap orang memiliki kebutuhan perlindungan, tujuan keuangan, dan kemampuan finansial yang berbeda. Karena itu, investment link sebaiknya dipahami berdasarkan keseluruhan manfaat dan mekanismenya, bukan hanya dari ilustrasi potensi nilai investasi,” kata Khai Au.

Menurut dia, pemahaman terhadap mekanisme produk dapat membantu masyarakat menilai kesesuaian investment link dengan kebutuhan perlindungan dan tujuan keuangan masing-masing.

Dengan demikian, keputusan memilih unit link maupun asuransi tradisional sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besaran premi atau potensi nilai dana. Pemahaman terhadap manfaat perlindungan, mekanisme alokasi premi, biaya, risiko, jangka waktu, dan ketentuan polis menjadi bagian penting dalam menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan keuangan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.