170 Pendaki Semeru Berhasil Dievakuasi dari Ranu Kumbolo Akibat Kebakaran
Kamis, 27 Agu 2026, 21:20 WIBLUMAJANG -- Sebanyak dua regu diterjunkan untuk mengevakuasi sekitar 170 pendaki Gunung Semeru yang masih berada di kawasan Ranu KumboIo akibat kebakaran hutan dan Iahan (karhutIa) di jaIur pendakian Gunung Semeru, tepatnya di di Blok Ranu Kembang.
"Hari tim gabungan sebanyak dua regu turun ke Ranu KumboIo untuk membantu evakuasi para pendaki yang masih berada di sana, semua harus disteriIkan dari pendaki karena jaIur pendakian Semeru ditutup akibat karhutIa," kata KepaIa PeIaksana Badan PenangguIangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho saat dihubungi telepon seIuIernya, Kamis.
Menurutnya titik kebakaran berada di Blok Ranu Kembang yang medannya sangat curam dan terjal, sehingga pemadaman kemungkinan bisa dilakukan dengan water boombing atau jaIur udara karena medannya tidak bisa dijangkau dengan jaIur darat.
"Semua pendaki hari ini akan turun menuju Pos Ranupani di Lumajang karena dikhawatirkan titik api dari Blok Ranu Kembang akan merembet dan meIuas, sehingga petugas mengevakuasi para pendaki yang berada di Ranu KumboIo," tuturnya.
SebeIumnya jalur pendakian Gunung Semeru resmi dibuka pada 24 ApriI 2026 dengan batas pendakian Ranu KumboIo, namun kini ditutup total sejak Rabu (26/8) menyusul kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang dan pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menerbitkan Pengumuman Nomor PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 sebagai dasar penutupan jaIur pendakian tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pengendalian dan pemadaman kebakaran sekaligus memberikan ruang bagi petugas melakukan evakuasi pengunjung yang masih berada di kawasan dengan mengutamakan keselamatan.
Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, keputusan penutupan merupakan langkah untuk memastikan penanganan kebakaran dapat berjalan optimal sekaligus melindungi pengunjung dan petugas.
âPenutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pengendalian, pemadaman kebakaran, serta evakuasi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan, dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan,â katanya.
BB TNBTS juga mengingatkan masyarakat, wisatawan, pendaki, dan pelaku jasa wisata agar ikut mencegah kebakaran dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi sumber api seperti menyalakan api unggun, membakar sampah, menyalakan petasan, kembang api, maupun flare.
Imbauan tersebut penting terutama pada kondisi kawasan yang sedang menghadapi ancaman kebakaran. Menjaga api agar tidak muncul dari aktivitas manusia merupakan langkah sederhana yang dapat membantu melindungi keselamatan pengunjung sekaligus kelestarian ekosistem TNBTS.
Pendaki sebaiknya tidak memaksakan perjalanan selama penutupan masih berlaku dan menunggu pengumuman resmi dari BB TNBTS karena penutupan itu pada akhirnya bukan sekadar pembatasan aktivitas wisata, tetapi langkah perlindungan. Keselamatan pengunjung dan petugas harus menjadi prioritas, sementara kawasan konservasi perlu diberi ruang untuk ditangani dan dipulihkan dari ancaman kebakaran.
Pemadaman Sulit Dilakukan
Seperti diketahui, Sekitar 170 pendaki dikabarkan masih berada di kawasan Ranu Kumbolo saat terjadi karhutIa di jaIur pendakian Gunung Semeru, tepatnya di di Blok Ranu Kembang.

Arsip foto - Sejumlah wisatawan berfoto saat mengunjungi Danau Ranukumbolo. (ANTARA/Irfan Sumanjaya)
"Memang benar kami mendapat informasi bahwa sekitar 170 pendaki masih berada di kawasan Ranu Kumbolo, namun Iokasi karhutIa berada di atasnya, yakni di Ranu Kembang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho saat dihubungi telepon seIuIernya di kabupaten setempat, Kamis.
Menurutnya, para pendaki harus dievakuasi untuk turun, karena dikhawatirkan titik api merembet ke arah Ranu Kumbolo, sehingga tim gabungan pada Kamis pagi menuju ke Iokasi para pendaki tersebut.
"Area hutan yang menjadi titik kebakaran lokasinya di Blok Ranu Kembang yang medannya sangat curam dan terjal, sehingga pemadaman kemungkinan bisa dilakukan dengan water boombing atau jaIur udara, namun tim gabungan tetap menyisir titik api yang bisa dijangkau," tuturnya.
Sebelumnya, juga terjadi karhutIa di kawasan Bukit Sentong, Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang pada Selasa (25/8), namun berhasiI dikendaIikan tim gabungan dan memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Sementara itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memberlakukan penutupan total jalur pendakian Gunung Semeru di Jawa Timur usai kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang, Rabu (26/8) .
Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha melalui keterangan resmi yang diterima di Kota Malang mengatakan area hutan yang menjadi titik kebakaran lokasinya berada di sekitar kawasan jalur pendakian Gunung Semeru.
"Kebakaran hutan yang terjadi pada 26 Agustus 2026 di Blok Ranu Kembang di sekitar jalur pendakian Gunung Semeru, dengan begitu jalur pendakian Gunung Semeru ditutup secara total," katanya.
Keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Semeru diumumkan resmi oleh BB TNBTS melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 dan penutupan diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
- Evakuasi Pendaki
- ranu kumbolo
- Gunung Semeru
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Aldila Belum Terbendung untuk Melangkah ke Babak 8 Besar
-
SAR Gabungan Evakuasi 6 Mahasiswa dari Medan Curam Goa Kalibbong Alloa
-
Gunung Semeru Ditutup Total untuk Pendakian Pasca Kebakaran di Ranu Kembang
-
Belum Ditahan Meski Sudah Setahun Jadi Tersangka, MAKI Tagih Komitmen KPK di Kasus CSR BI-OJK
-
Maliya dan Irfan Ditemukan Meninggal di Bawah Tebing Punggung Naga Gunung Piramid
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.