• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dorong Ekonomi Sirkular, L...

Dorong Ekonomi Sirkular, Lintasarta Libatkan Pelajar dan Mahasiswa Kelola E-Waste

Jumat, 02 Okt 2026, 13:52 WIB

JAKARTA — Lintasarta bersama EwasteRJ mendorong pengelolaan sampah elektronik atau electronic waste (e-waste) sebagai bagian dari ekonomi sirkular melalui program #AksiCintaBumi bertema “Transforming E-Waste, Empowering Our Future”.

Program yang berlangsung pada Agustus hingga November 2026 tersebut menargetkan pengumpulan 380 kilogram e-waste dengan melibatkan karyawan, mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat di Jakarta, Tangerang Selatan, serta Depok.

Ket. Foto: Seremoni pengumpulan sampah elektronik dalam #AksiCintaBumi bertema “Transforming E-Waste, Empowering Our Future” yang diselenggarakan Lintasarta bersama EwasteRJ untuk mendorong pengelolaan sampah elektronik sebagai bagian dari ekonomi sirkular di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Depok. — Sumber: Lintasarta

Program ini dilatarbelakangi meningkatnya timbulan sampah elektronik seiring dengan penggunaan perangkat teknologi. Berdasarkan Global E-Waste Monitor 2024 yang diterbitkan International Telecommunication Union (ITU) dan United Nations Institute for Training and Research (UNITAR), Indonesia menghasilkan sekitar 1,9 juta ton e-waste pada 2022. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan timbulan e-waste terbesar di dunia sekaligus yang tertinggi di Asia Tenggara.

Melalui #AksiCintaBumi, Lintasarta dan EwasteRJ mendorong perubahan cara pandang terhadap perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan. Perangkat tersebut tidak selalu harus berakhir sebagai sampah, tetapi masih dapat memiliki nilai melalui penggunaan kembali, perbaikan, refurbishment, maupun pemulihan material.

Head Corporate Secretary, Legal, and Regulatory Lintasarta Billy Nikolas Simanjuntak mengatakan pertumbuhan teknologi perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Melalui #AksiCintaBumi, Lintasarta ingin mendorong kesadaran bahwa perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan bukan berarti kehilangan seluruh nilainya. Dengan pengelolaan yang tepat, kita dapat memperpanjang nilai teknologi, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam ekonomi sirkular,” ujar Billy melalui keterangannya pada hari Kamis (1/10).

Mengelola Siklus Hidup Teknologi

Sebagai perusahaan yang membangun dan mengelola infrastruktur digital, Lintasarta melihat persoalan e-waste sebagai bagian yang berkaitan dengan pertumbuhan teknologi.

Melalui Lintasarta Intelligent Core, perusahaan mengintegrasikan layanan connectivity, cloud, cybersecurity, serta collaboration-AI untuk mendukung kebutuhan transformasi digital berbagai sektor industri. Infrastruktur tersebut melibatkan berbagai perangkat fisik, seperti server, GPU, storage, perangkat jaringan, dan perangkat pendukung lainnya yang memiliki siklus hidup masing-masing.

Karena itu, menurut Lintasarta, pengembangan ekosistem digital juga perlu mempertimbangkan pengelolaan perangkat ketika telah mencapai akhir masa pakainya.

Melalui #AksiCintaBumi, perusahaan mendorong agar perangkat yang sudah tidak digunakan terlebih dahulu dilihat berdasarkan kondisi dan potensi pemanfaatannya. Perangkat yang masih memungkinkan dapat digunakan kembali atau diperbaiki, sedangkan material dari perangkat yang sudah tidak dapat digunakan dapat dipulihkan untuk masuk kembali ke dalam siklus produksi.

E-Waste Tidak Berhenti pada Pengumpulan

Dalam pelaksanaannya, Lintasarta bersama EwasteRJ mengarahkan e-waste yang terkumpul ke jalur pengelolaan sesuai dengan kondisi masing-masing perangkat.

Perangkat yang masih layak akan diidentifikasi untuk mendapatkan second life melalui penggunaan kembali atau refurbishment. Sementara perangkat yang telah mencapai akhir masa pakai akan menjalani proses pemilahan serta pemulihan komponen dan material yang masih memiliki nilai.

Sebagian material hasil pengelolaan e-waste juga akan diolah menjadi karya edukatif berbentuk Garuda dan Peta Indonesia. Karya tersebut menjadi simbol Unity in Action sekaligus media untuk memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada masyarakat.

Founder EwasteRJ Rafa Jafar mengatakan pengelolaan e-waste perlu dilakukan sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan teknologi, bukan sekadar aktivitas mengumpulkan perangkat bekas. E-waste adalah bagian dari siklus hidup teknologi. Di dalam perangkat yang sudah tidak digunakan, masih terdapat komponen dan material yang memiliki nilai.

“Melalui kolaborasi seperti #AksiCintaBumi, kita ingin memastikan perangkat tersebut masuk ke ekosistem yang tepat—untuk digunakan kembali ketika masih memungkinkan, dipulihkan materialnya, dan dikembalikan ke dalam siklus yang produktif,” tutur Rafa.

Libatkan Mahasiswa dan Pelajar

Program #AksiCintaBumi juga melibatkan Universitas Indonesia dan SMA Labschool Cirendeu. Bersama komunitas Trash Ranger Indonesia, mahasiswa, pelajar, serta environmental creators, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengumpulkan e-waste, tetapi juga memberikan ruang edukasi mengenai siklus hidup perangkat elektronik dan ekonomi sirkular.

Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu bagian dari program untuk memperkenalkan persoalan sampah elektronik sekaligus mendorong partisipasi dalam pengelolaannya. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa penggunaan perangkat teknologi memiliki konsekuensi hingga tahap akhir masa pakainya.

Pemilahan dan penyaluran perangkat kepada pihak yang memiliki kapasitas pengelolaan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi potensi e-waste berakhir tanpa pengolahan yang tepat.

Bagian dari Lintasarta Peduli Negeri

#AksiCintaBumi merupakan bagian dari program Lintasarta Peduli Negeri melalui Pilar Cinta Bumi. Program tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan perusahaan dalam mendorong pengelolaan perangkat elektronik secara lebih bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi dengan EwasteRJ, institusi pendidikan, komunitas, dan masyarakat, Lintasarta menempatkan pengelolaan e-waste dalam konteks yang lebih luas, yakni memperpanjang masa manfaat perangkat dan mengembalikan material yang masih bernilai ke dalam siklus produktif.

Program yang berlangsung hingga November 2026 ini menargetkan pengumpulan 380 kilogram e-waste. Selain pengumpulan, kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi sirkular, terutama di kalangan mahasiswa dan pelajar sebagai pengguna teknologi sekaligus bagian dari generasi yang akan menghadapi pertumbuhan penggunaan perangkat elektronik pada masa mendatang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.