Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Keuangan Asean Tetapkan Visi Baru 'Asean Single Window'

📅 Senin, 08 Apr 2024, 19:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Keuangan Asean Tetapkan Visi Baru 'Asean Single Window' Doc: ANTARA/Sekretariat ASEAN

JAKARTA - Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Asean (AFMGM) ke-11 yang dilaksanakan di Luang Prabang, Laos, menetapkan visi baru Asean Single Window yang bertujuan untuk mempermudah konektivitas dan pertukaran dokumen perdagangan elektronik.

"Pertemuan tersebut mencatat kemajuan Hasil Ekonomi Prioritas (PED) pada kajian teknis Generasi Baru Asean Single Window (ASW) dengan tujuan menetapkan visi baru bagi ASW untuk menjadi lebih terbuka, inklusif, dan interoperable," demikian isi pernyataan bersama AFMGM ke-11 yang diterima di Jakarta, Minggu (7/4).

Studi pada kajian teknis generasi baru ASW tersebut juga akan melengkapi tujuan utama Peta Jalan Bandar Seri Begawan bagi Asean untuk mempercepat inisiatif di bidang fasilitas perdagangan dan digitalisasi.

Hal itu sejalan dengan tujuan Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital Asean (DEFA) yang bertujuan menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lancar di seluruh wilayah.

Pertemuan tersebut turut bertukar pandangan dengan Kantor Penelitian Makroekonomi Asean+3 (AMRO), Bank Pembangunan Asia (ADB), Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai prospek ekonomi global dan regional, risiko dan tantangan di kawasan.

Meskipun perekonomian Asean diproyeksi menguat menjadi 4,9 persen pada tahun 2024 yang kemudian direvisi turun berdasarkan proyeksi terbaru, menggambarkan hambatan yang lebih besar bagi perekonomian Asean.

Kendati demikian, kinerja perekonomian kawasan tercatat lebih baik dari perkiraan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik dan peningkatan aktivitas investasi di tengah moderasi inflasi.

Kinerja ekspor di sebagian besar negara Asean juga membaik di tengah rendahnya harga komoditas global dan lesunya permintaan global. Sementara antisipasi kembalinya sektor pariwisata ke tingkat sebelum pandemi diperkirakan akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank juga menyadari adanya risiko-risiko yang masih cenderung mengarah ke sisi negatifnya, terutama akibat dampak buruk finansial akibat ketegangan geopolitik, ketidakstabilan harga komoditas global, dan melemahnya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok.

Permasalahan struktural lainnya, termasuk perubahan iklim, digitalisasi yang pesat, dan populasi yang menua akan terus mempengaruhi perkembangan ekonomi di kawasan Asean. Perekonomian regional yang lebih kuat, melalui penguatan integrasi dan konektivitas di Asean sangat penting untuk menghadapi lingkungan global yang penuh tantangan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.