Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jakbar Ajak Warga Lakukan Ini untuk Cegah Demam Berdarah

📅 Jumat, 05 Apr 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Jakbar Ajak Warga Lakukan Ini untuk Cegah Demam Berdarah Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Ket. Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto di gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (4/4/2024).

Jakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengajak warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dua kali seminggu untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD).

"Kami melakukan PSN selama seminggu dua kali dan juga rutin dilaksanakan bersama," kata Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis.

Uus menuturkan warganya yang menjadi juru pemantau jentik (jumantik) juga rutin melakukan upaya demi menurunkan jumlah kasus DBD di wilayah tersebut

Jakarta Barat kini merupakan wilayah dengan jumlah kasus DBD paling banyak di DKI Jakarta per 26 Maret 2024 dengan total 716 kasus, disusul Jakarta Selatan (576), Jakarta Timur (562), Jakarta Utara (262), Jakarta Pusat (172) dan Kepulauan seribu 18 kasus sejak awal 2024.

Pihaknya kini berfokus pada kawasan Kembangan lantaran terdapat rumah berukuran besar dan banyak tanah kosong sehingga perlu penanganan DBD yang lebih serius.

Menurut dia, dengan mengajak masyarakat untuk turut menangani DBD maka diharapkankasus tersebut bisa cepat menurun di Jakarta Barat (Jakbar).

Terlebih, dengan menjaga kebersihan di lingkungan maka masyarakat akan sehat dari penyakit. "Mudah-mudahan dengan diingatkan kasus demam berdarah di Jakarta semakin menurun," ujarnya.

Anggota DPRD DKI Wibi Andrino mengimbau kepada masyarakat yang memiliki gejala demam tinggi untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan yang ada.

"Kepada warga yang mempunyai gejala seperti demam tinggi sampai tiga hari, badan sakit dan lainnya untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan yang ada," ujar Wibi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi laju kasus dengue di Indonesia hingga Maret 2024 meningkat hampir tiga kali lipat dari jumlah kasus pada periode yang sama 2023.

Pada Maret ini, terdapat penambahan jumlah kasus berkisar 4.809 lebih kasus dari laporan yang muncul sepekan sebelumnya. Sementara itu laporan laju kasus pada Maret 2023 mencapai 17.434 kasus dengan jumlah kematian 144 jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.