- Home
-
- Luar Negeri
-
- Banyak Sekali, PBB: Ranjau...
Banyak Sekali, PBB: Ranjau Darat di Myanmar Sebabkan 1.052 Korban Sipil Tahun Lalu
Jumat, 05 Apr 2024, 00:15 WIBIstanbul - Ranjau darat dan bahan peledak lain memakan sedikitnya 1.052 korban sipil di seluruh Myanmar pada tahun lalu, menurut badan dana anak-anak PBB (UNICEF) pada Rabu.
Terkait situasi yang "mengkhawatirkan" itu, UNICEF menyatakan hampir semua negara bagian dan wilayah di negara Asia Tenggara itu, selain ibu kota Naypyidaw, "kini dilaporkan telah terkontaminasi ranjau darat."
Berdasarkan data, UNICEF menyebutkan bahwa jumlah korban ranjau darat tahun lalu di Myanmar hampir tiga kali lipat dari jumlah yang dilaporkan pada 2022, yakni 390 insiden.
"Lebih dari 20 persen korban adalah anak-anak," kata UNICEF dalam sebuah pernyataan, merujuk pada jumlah total korban yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Myanmar didera konflikinternal politik dan etnis yang semakin memburuk sejak militer, yang secara lokal dikenal sebagai Tatmadaw, menggulingkan pemerintahan sipil pada Februari 2021.
"Penggunaan ranjau darat tidak hanya tercela tetapi juga merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional," kata Debora Comini, Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pasifik.
"Sangat penting agar semua pihak yang berkonflik memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan warga sipil, khususnya anak-anak, dan mengambil langkah darurat untuk menghentikan penggunaan senjata yang bisa mengenai siapa saja," ujarComini.
Myanmar saat ini termasuk di antara negara-negara yang paling terkontaminasi ranjau darat dan bahan peledak di seluruh dunia, menurut badan PBB tersebut.
Meningkatnya konflik internal baru-baru ini di Myanmar telah menyebabkan lebih dari 2,8 juta orang mengungsi dan lebih dari 18 juta orang lainnya sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, kata UNICEF.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KAI Palembang Catat 1.481 Tiket Mudik Gratis 2026 Sudah Terisi
-
Pemimpin Etnis: Dunia Abaikan Serangan Udara Junta
-
Komisi I DPR Dukung Pemerintah Desak Investigasi PBB atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
-
Hotel Ciputra Jakarta Resmi Menerima Sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Ctrip
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
PLN Prediksi Konsumsi Listrik Jakarta Turun Saat Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.