Sebanyak 74 Juta Orang di Afrika Butuh Bantuan Kemanusiaan
📅 Senin, 01 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Sumber: FAO - KORAN JAKARTA/ONES
NAIROBI - Organisasi Pangan Dunia, Food and Agriculture Organization/FAO dalam laporan terbaru yang dirilis akhir pekan lalu menyebutkan jumlah orang di dunia yang mengalami kerawanan pangan terus meningkat. Sebanyak 74 juta orang hingga akhir Februari 2024 di Tanduk Besar Afrika sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Jumlah tersebut meningkat dibanding Januari sebelumnya yang tercatat 58,1 juta orang yang mengalami kerawanan pangan. FAO dan badan-badan kemanusiaan, termasuk Dana Anak-anak PBB dan Organisasi Migrasi Internasional mengaitkan lonjakan tersebut karena konflik di berbagai negara di kawasan itu serta fenomena cuaca buruk.
Negara-negara yang terdampak, antara lain Sudan, Ethiopia, Kenya, Djibouti, dan Sudan Selatan di Afrika Timur, serta Republik Demokratik Kongo dan Republik Afrika Tengah.
Di Kenya, lebih dari 1,5 juta orang mengalami kerawanan pangan, sementara di Sudan dan Sudan Selatan jumlah orang yang mengalami hal serupa mencapai masing-masing 17,7 juta dan 5,7 juta orang," sebut FAO.
"Krisis pangan di Sudan diperkirakan akan bertambah parah, didorong oleh terbatasnya ketersediaan pangan, gangguan pada jalur perdagangan dan pasar, tingginya harga komoditas, gangguan mata pencaharian, terbatasnya akses kemanusiaan, dan meluasnya pengungsian," sebut badan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di negara-negara tetangga, seperti Republik Afrika Tengah, Chad, Mesir, Ethiopia, dan Sudan Selatan. Konflik di Sudan memiliki dampak kemanusiaan yang parah, ditandai dengan lonjakan kedatangan pengungsi di tengah terbatasnya dana kemanusiaan.
"Bahkan sebelum konflik, negara-negara ini sudah bergulat dengan krisis lain, termasuk pengungsi dalam jumlah yang besar, konflik, pergolakan politik, kelaparan, dan berbagai tantangan ekonomi," ungkap laporan itu.
Badan-badan internasional juga menyebutkan, kalau El Nino 2023 berkontribusi pada peningkatan jumlah orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut. Laporan juga menyerukan pemantauan ketat terhadap penyebab kerawanan pangan, termasuk risiko iklim, dan memperkuat tindakan antisipatif untuk pengurangan risiko bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Malnutrisi Buruk
Sementara itu, otoritas global mengenai ketahanan pangan yang didukung PBB pada hari Jumat (29/3), memperingatkan Sudan membutuhkan tindakan segera untuk mencegah kematian yang meluas dan kehancuran total mata pencaharian serta mencegah krisis kelaparan yang parah.
Dikutip dari The Straits Times, Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu atau Integrated Food Security Phase Classification (IPC) sedianya akan menerbitkan pembaruan analisisnya pada bulan Desember yang menemukan bahwa hampir lima juta orang berada di ambang bencana kelaparan. Namun, hal itu tidak dapat dilakukan karena perang.
IPC mengatakan pihaknya meninjau bukti terbaru yang tersedia dan menerbitkan peringatan tersebut pada hari Jumat untuk menyatakan keprihatinan besar mengenai situasi yang memburuk dan untuk mendorong segera melakukan tindakan untuk mencegah kelaparan.
Perang meletus di Sudan pada tanggal 15 April 2023, antara tentara Sudan atau Sudanese army (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat atau Rapid Support Forces (RSF). PBB mengatakan hampir 25 juta orang atau setengah populasi Sudan, membutuhkan bantuan dan sekitar delapan juta orang telah meninggalkan rumah mereka.
"Tanpa penghentian segera permusuhan dan pengerahan bantuan kemanusiaan secara signifikan, penduduk Negara Bagian Khartoum dan Gezira, Greater Darfur dan Greater Kordofan, berisiko mencapai tingkat kerawanan pangan akut dan malnutrisi yang paling buruk selama musim paceklik mendatang, mulai April-Mei 2024," kata IPC.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!