Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Karantina Kalsel Sertifikasi Puluhan Ribu Belut Ekspor ke Tiongkok

📅 Senin, 01 Apr 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Karantina Kalsel Sertifikasi Puluhan Ribu Belut Ekspor ke Tiongkok Doc: ANTARA/HO-Karantina Kalsel
Ket. Proses pemeriksaan dan packing puluhan ribu ekor Belut hidup sebelum diekspor ke negara tujuan Tiongkok, di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (31/3/2024).

Banjarmasin - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Karantina Kalsel) mensertifikasi 27.900 ekor belut hidup yang akan diekspor melalui tempat pengeluaran Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru ke Tiongkok.

"Setelah semua persyaratan terpenuhi, maka dapat diterbitkan Health Certificate for Fish and Fishery Product (KI-D1). Sertifikat ini merupakan syarat dari negara tujuan sebagai jaminan kesehatan dan kelayakan komoditas," kata Kepala Karantina Kalsel Sudirman di Banjarmasin, Minggu.

Ia menyebutkan ada beberapa dokumen yang wajib disertakan pada saat melakukan pengiriman menggunakan alat transportasi udara seperti pesawat.

"Hal yang tidak kalah penting adalah melakukan pemeriksaan kesehatan," ujarnya.

Sudirman menjelaskan pada pemeriksaan fisik, pengujian laboratorium dilakukan untuk memastikan belut terbebas dari hama/penyakit, yakni parasit Gnathostoma dan Epizootic Ulcerative Syndrome (EUS) yang disebabkan oleh jamur Aphanomyces Invadans. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Belut hidup dinyatakan sehat.

Selain itu, pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk memastikan kesesuaian jumlah dan jenis komoditas.

Menurut dia, kesehatan komoditas merupakan hal yang wajib dalam perdagangan khususnya hasil perikanan seperti Belut, apalagi untuk keperluan ekspor tentu harus dijamin kesehatannya.

Karantina Kalsel juga mewajibkan komoditas sudah terdaftar dan mempunyai nomor registrasi ekspor dari negara tujuan, dan memiliki sertifikat Instalasi Karantina Ikan (IKI) dan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB).

Berdasarkan data dari sistem terintegrasi karantina ikan online (SisterKaroline-red) sejak Maret 2024, sudah 11 kali pengiriman Belut hidup ke Tiongkok dengan total sekitar 264.678 ekor atau mencapai Rp2,4 miliar.

"Sertifikat kesehatan karantina dapat lebih menjamin komoditas diterima di negara tujuan. Pelayanan ini sebagai salah satu bentuk fasilitasi perdagangan yang disediakan oleh Badan Karantina Indonesia," ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.