Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Pangan di Daerah Bekas Gempa Dipulihkan

📅 Kamis, 28 Mar 2024, 09:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Produksi Pangan di Daerah Bekas Gempa Dipulihkan Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong pemulihan irigasi di daerah bekas gempa. Salah satunya Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bendung dan Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi (DI) Gumbasa, Palu dengan layanan irigasi seluas 8.180 Hektare (Ha).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan irigasi di kawasan hulu Sungai Gumbasa berfungsi untuk mengairi lahan pertanian subur pada sentra pangan prioritas .

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Bob Arthur Lombogia mengatakan, dengan diperbaikinya Irigasi Gumbasa, sampai saat ini sawah seluas 894 Ha termasuk 190 Ha lokasi panen yang dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bisa ditanami padi 3 kali sejak 2023.

"Peningkatan indeks penanaman dapat dilakukan karena Irigasi Gumbasa memiliki Debit Andalan sebesar 33 meter kubik perdetik, sedangkan debit yang dibutuhkan untuk mengairi 8.180 ha sawah hanya sekitar 13 meter kubik per detik. Jadi air di kawasan pangan ini sangat berkecukupan," kata Bob, Rabu (27/3).

Adapun Presiden Jokowi meresmikan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bendung dan Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi (DI) Gumbasa. Presiden dalam sambutannya mengingatkan pentingnya untuk terus melaksanakan pembangunan infrastruktur, termasuk bendung dan jaringan irigasi yang tersebar di seluruh tanah air untuk memastikan ketersediaan air bagi sawah, air bagi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Dikatakan Presiden, rehabilitasi Daerah Irigasi Gumbasa membutuhkan biaya yang tidak sedikit yakni sebesar 1,25 triliun rupiah yang dipergunakan untuk rekonstruksi satu bendung, 35 km saluran primer, 52 km saluran sekunder, 120 km saluran tersier dan 82 km saluran pembuang.

"Ini akan mengoptimalkan daerah layanan seluas 8.180 ha persawahan dan meningkatkan indeks penanaman dari semula 149 persen menjadi 300 persen," kata Presiden Jokowi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.