Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skandal Thalidomide yang Guncang Dunia Farmasi

📅 Rabu, 27 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Karena kekhawatiran mengenai potensi efek teratogenik, thalidomide ditarik dari pasaran. Namun, seperti halnya ketika obat ini diperkenalkan, penghentian obat terjadi dalam jangka waktu tertentu dan, sebagai konsekuensinya, berakhirnya epidemi embriopati thalidomide dapat didokumentasikan berdasarkan kapan obat tersebut ditarik dari pasar di berbagai negara.

"Di Jerman, thalidomide ditarik kembali pada November 1961. Seperti yang diperkirakan, terjadi penurunan tajam dalam jumlah kasus yang dilaporkan setelah Juli/Agustus 1962 (delapan hingga sembilan bulan setelah penarikan tersebut)," tulis Lenz.

Baru-baru ini, thalidomide telah muncul sebagai pengobatan potensial untuk sejumlah kondisi, seperti karsinoma hepatoseluler, penyakit graft-versus-host kronis, ruam akibat lupus eritematosus sistemik, sindrom Behçet, penyakit radang usus, kanker prostat, kanker payudara metastatik, rheumatoid arthritis dan komplikasi AIDS (tukak aphthous, diare, degenerasi makula, cachexia dan sarkoma Kaposi).

Pada 1998, FDA menyetujui penggunaannya untuk pengobatan eritema nodosum leprosum (ENL). Sejak itu, sejumlah kasus embriopati thalidomide telah dilaporkan di Amerika Selatan, namun tidak ada satupun kasus di AS, dimana program peresepan dan penyaluran yang ketat diterapkan dan tampaknya telah berhasil hingga saat ini dalam mencegah paparan thalidomide pada kehamilan.

Thalidomide merupakan teratogen sejati yang dapat menyebabkan cacat lahir tanpa adanya toksisitas atau keracunan pada ibu. Salah satu prinsip teratologi yang paling penting adalah adanya periode kritis dimana suatu organisme paling rentan terhadap efek teratogenik dari agen tertentu. Periode kritis ini berbeda-beda menurut spesiesnya (masa kehamilannya berbeda-beda).

Pada manusia, masa kritis paparan thalidomide adalah 34-50 hari setelah masa menstruasi terakhir (LMP). Dalam teks biologi dan ilmu pengetahuan dasar, usia kehamilan sering dikutip sebagai pasca konsepsi, yang umumnya terjadi dua pekan setelah HPS.

Jadi periode kritis paparan thalidomide adalah 20-36 hari setelah pembuahan. Karena sistem organ yang berbeda berkembang pada waktu yang berbeda, jenis cacat lahir yang terlihat setelah paparan thalidomide bergantung pada waktu kehamilan saat paparan.

Penting juga untuk menekankan bahwa paparan thalidomide yang terjadi setelah masa kritis perkembangan diperkirakan tidak akan menyebabkan anomali struktural. Berita utama di seluruh dunia terkait tragedi thalidomide menyebabkan kontrol yang lebih ketat terhadap obat-obatan baru, secara umum, dan peresepan untuk perempuan hamil pada khususnya. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.