Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Jateng Terancam Gagal Panen

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Konsekuensi dari gagal panen ini sangat berpotensi membuat stok beras nasional mengalami penurunan yang signifikan. Namun, secara ekonomi berkelanjutan, pemerintah harus tetap berpihak pada produksi dalam negeri dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi dampak dari gagal panen ini," kata Aditya.

Selama ini, jelasnya, impor kerap disalah mengerti. Impor dianggap efisien dari hitung-hitungan ekonomi. Padahal sebenarnya itu hanya ekonomi jangka pendek, dalam jangka panjang akan sangat merugikan bangunan ekonomi secara menyeluruh.

Seperti dikuti dari Antara, Sekretaris Daerah Provins Jateng, Sumarno mengatakan Pemprov Jateng segera mendata lahan-lahan pertanian di berbagai kabupaten/kota di wilayah ini yang terdampak banjir dan berakibat gagal panen.

Sumarno menyebutkan setidaknya ada sembilan daerah yang dilanda banjir, yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak, Pekalongan, Kudus, Grobogan, Jepara, Kendal, Blora, dan Pati.

Menurut dia, upaya yang dilakukan pascabanjir, meliputi normalisasi sungai, perbaikan tanggul-tanggul sungai, hingga pendataan areal pertanian yang terdampak banjir.

"Perlu ada normalisasi sungai. Ini perlu koordinasi dengan pemerintah pusat karena kewenangannya BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Pemali Juana," katanya, saat menerima kunjungan Komisi VIII DPR RI.

Selain normalisasi sungai dan perbaikan tanggul, ia mengatakan bahwa penanganan yang mendesak dilakukan adalah pendataan petani yang lahannya terendam banjir dan mengalami puso (gagal panen) karena akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

"Setelah ini, kami juga segera memerintahkan Dinas Pertanian untuk memantau pendataan para petani yang terkena dampak banjir," katanya lagi.

Sumarno menambahkan Pemprov Jateng bekerja sama dengan berbagai instansi telah menyalurkan bantuan darurat kepada kabupaten/kota yang terdampak bencana banjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...

Tak Mau Warga Kelaparan Pemkab Nduga Saluran 50 Ton Beras

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Mau Warga Kelaparan Pem...

Sekda Diperiksa KPK, Bupati Langkat Mulai Keringat Dingin

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Sekda Diperiksa KPK, Bupati...
Rona
Bahaya, Makanan Rakyat Ubi ...

Bogor Diobrak-abrik KPK, Klaim Layanan Berjalan Normal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bogor Diobrak-abrik KPK, Kl...
Luar Negeri
Nepal Bosah-baseh, 10.000 K...
Daerah
Pertinggi Cadangan Pangan B...
Megapolitan
Hari Ini Aktivitas Jakarta ...
Daerah
Samarinda Dibakar Suami Ist...
Daerah
Unjuk Rasa Damai Mahasiswa ...
Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.