Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Terbaru, Harga Emas Menguat Jelang Keputusan Kebijakan Moneter The Fed

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Terbaru, Harga Emas Menguat Jelang Keputusan Kebijakan Moneter The Fed Doc: ANTARA/Pixabay
Ket. Ilustrasi - Emas batangan.

Jakarta - Harga emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit menguat pada Rabu (Kamis pagi) menjelang keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April tercatat naik 1,30 dolar AS atau 0,06 persen menjadi ditutup pada 2.161,00 dolar AS per ounce.

Tak lama setelah perdagangan emas di lantai bursa (floortrading) ditutup, pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) diakhiri dengan pengumuman bahwa The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah karena masih sangat memperhatikan risiko inflasi dengan ketidakpastian prospek ekonomi.

The Fed tidak memperkirakan akan menurunkan suku bunga sampai mereka memiliki keyakinan yang lebih besar bahwa inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju 2 persen.

"Dalam mempertimbangkan setiap penyesuaian pada kisaran target untuk suku bunga dana federal, Komite (FOMC) akan dengan hati-hati menilai data yang masuk, pandangan yang berkembang, dan keseimbangan risiko," kata pengumuman tersebut.

Keputusan suku bunga The Fed sesuai dengan ekspektasi pasar. Harga emas mengalami kenaikan setelah pengumuman tersebut.

Terkait logam mulia perak, untuk pengiriman Mei menurun 3,10 sen atau 0,12 persen menjadi ditutup pada 25.104 dolar AS per ounce. Harga platinum untuk pengiriman April menurun 1,70 dolar AS atau 0,19 persen ditutup menjadi 899,40 dolar AS per ounce.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.