Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tujuh Warga Kudus Meninggal akibat Banjir

📅 Rabu, 20 Mar 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Tujuh Warga Kudus Meninggal  akibat Banjir Doc: antara

Sebanyak tujuh warga Kabupaten Kudus yang menjadi korban banjir ditemukan meninggal dunia di areal sungai dan persawahan.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak tujuh warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) yang menjadi korban bencana banjir ditemukan meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (19/3), mengatakan para korban tersebut ditemukan meninggal dunia pada waktu dan lokasi yang berbeda-beda.

Adapun sebanyak lima korban ditemukan meninggal dunia terdampar di areal sungai dan persawahan masing-masing; areal persawahan Kirig (tiga korban), areal persawahan Temulus (satu korban), lalu satu korban ditemukan di tanggul sungai tak jauh dari areal penemuan sebelumnya.

Kemudian satu korban meninggal dunia diduga akibat tersetrum aliran listrik ditemukan petugas gabungan tergeletak di genangan banjir. "Hari ini kembali ditemukan satu korban lagi di areal persawahan Dukuh Goleng sehingga total ada tujuh korban meninggal," kata dia.

Berdasarkan informasi yang diterima sebelumnya para korban tersebut sempat dilaporkan hilang tenggelam setelah terbawa arus banjir yang melanda Kudus sejak Kamis (13/3). Namun, ia belum dapat memastikan identitas ketujuh korban meninggal dunia tersebut karena tim petugas gabungan di lapangan saat ini masih harus bertugas mengevakuasi warga.

Berdasarkan data dari Tim Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, bencana banjir ini telah menggenangi sebanyak 6.523 unit rumah warga, dan 2.295 hektare sawah petani hingga terancam gagal panen.

Sementara itu, dari 39.272 warga Kudus yang terdampak banjir, ada sebanyak 4.188 orang yang terpaksa harus dievakuasi ke posko pengungsian karena tempat tinggalnya tergenang banjir cukup parah.

Daerah yang terdampak banjir cukup parah masing-masing menyasar lima kecamatan; Mejobo, Jati, Undanaan, Jekuloko dan Kaliwungi dengan ketinggian muka air mencapai 1,5 meter. Selain hujan deras yang masih mengguyur Kudus dan sekitarnya, kondisi ini juga diperparah akibat jebol nya tanggul pembatas aliran sungai, salah satunya Sungai Wulan.

Mulai Surut

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengungkapkan bahwa sebagian kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah yang terdampak banjir mulai surut, meskipun ada beberapa kabupaten yang intensitas banjirnya masih tinggi.

"Kami mencatat kabupaten yang intensitasnya masih tinggi, yakni Kabupaten Kudus, Jepara, dan Demak," katanya di Demak, kemarin.

Kesembilan kabupaten/kota di Jateng yang terdampak banjir adalah Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Kendal, Demak, Kudus, Pati, Jepara, dan Kabupaten Grobogan.

Dengan mulai surutnya banjir di Kabupaten Grobogan, Pekalongan, Pati, Kendal, Kota Semarang, dan Pekalongan, tentunya perlu dipertahankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.